Pekerja Konstruksi di DKI Harus Tinggl di Lokasi Proyek Selama PSBB

Pekerja Konstruksi di DKI Harus Tinggl di Lokasi Proyek Selama PSBB
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek infrastuktur di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (7/4/2020). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
/ HS Jumat, 10 April 2020 | 06:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pekerja konstruksi di DKI Jakarta harus tinggal di mess atau lingkungan pekerjaan selama masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilakukan di Ibu Kota.

"Misalnya di dalam sektor konstruksi maka semua pekerja harus berada di dalam lingkungan pekerjaan, lingkungan proyek, dan tidak diperkenankan keluar masuk," kata Anies di Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Pemerintah DKI Jakarta menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang efektif diberlakukan pada Jumat (10/4) dini hari. Dalam pergub tersebut, sektor konstruksi termasuk dalam 10 sektor bidang usaha dan layanan yang tetap beroperasi di masa penerapan PSBB selama 14 hari.

Anies meminta kepada pengelola proyek konstruksi berkewajiban untuk menyiapkan tempat tinggal bagi para pekerja konstruksi sehingga tidak harus meninggalkan lokasi kerja. Penyiapan fasilitas bagi pekerja konstruksi termasuk tempat tinggal, makan, minum, dan juga fasilitas kesehatan.

Pekerja di sektor usaha dan layanan yang tetap beroperasi di masa PSBB juga wajib mematuhi ketentuan yang terdapat pada Pergub Nomor 33 Tahun 2020 sebagai upaya pencegahan penularan virus corona baru atau Covid-19.

Badan usaha atau layanan yang tetap beroperasi harus melakukan pembatasan aktivitas kerja, pengaturan jumlah karyawan yang bekerja, dan memastikan ada pembatasan fisik pada pekerja yang bertugas secara bersamaan.

Dengan begitu Anies berharap aktivitas pekerja yang tetap beroperasi di masa PSBB juga bisa tetap aman dan meminimalkan kontak dekat yang berpotensi pada penyebaran virus Covid-19.

PSBB yang diatur dalam peraturan gubernur tersebut pada prinsipnya meminta seluruh masyarakat Jakarta selama 14 hari ke depan untuk berada di rumah dan mengurangi atau meniadakan kegiatan-kegiatan di luar. Tujuan PSBB ini untuk memotong rantai penularan virus Covid-19 yang mana Jakarta pada saat ini merupakan episenter penularan virus.



Sumber: ANTARA