Ini 15 Instansi dan Sektor Usaha yang Boleh Beroperasi Selama PSBB Jakarta

Ini 15 Instansi dan Sektor Usaha yang Boleh Beroperasi Selama PSBB Jakarta
Bilik Disinfektan ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / FMB Jumat, 10 April 2020 | 06:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya telah mewajibkan dunia usaha menghentikan sementara aktivitas kantor selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Penghentian ini berlaku selama 14 hari, mulai 10 April hingga 23 April 2020.

Namun, kata Anies, terdapat 15 instansi dan sektor usaha yang tetap diperbolehkan menjalankan aktivitas di kantor selama PSBB tersebut. Dari 15 sektor tersebut, terdapat 3 instansi, 11 sektor usaha dan satu organisasi kemasyarakatan.

"Penghentian sementara aktivitas di kantor berlaku untuk semua sektor kecuali beberapa hal berikut ini," ujar Anies saat konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Kemudian Anies menyebutkan 15 instansi dan sektor usaha tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat (1) Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.

- Instansi:
1. Instansi pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah.
2. Kantor perwakilan diplomatik dan organisasi internasional
3. Kantor Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMN dan BUMD)

-  Sektor Usaha
1. Kesehatan
2. Bahan pangan, makanan dan minuman
3. Energi
4. Komunikasi dan teknologi informasi
5. Keuangan
6. Logistik
7. Konstruksi
8. Industri strategis
9. Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional dan obyek tertentu
10. Perhotelan
11. Sektor swasta yang melayani kebutuhan sehari-hari

- Organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak di bidang kebencanaan dan/atau sosial.

"Di tempat-tempat dimana dikecualikan, di sini diatur di dalam Peraturan Gubernur, pembatasan aktivitas kerja, kemudian pengaturan jumlah karyawan yang bekerja di waktu yang bersamaan untuk memastikan ada pembatasan fisik," pungkas Anies. 



Sumber: BeritaSatu.com