Anies Baswedan: Dengan PSBB, Jakarta Bisa Atasi Covid-19 dalam 14 Hari

Anies Baswedan: Dengan PSBB, Jakarta Bisa Atasi Covid-19 dalam 14 Hari
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melihat menu makanan untuk Tim Medis Covid-19 ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / FMB Jumat, 10 April 2020 | 11:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berupaya agar 14 hari pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) benar-benar dimaksimalkan agar bisa mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Jakarta. Meskipun Anies mengaku tidak bisa memprediksikan kapan berakhirnya pandemik Covid-19 di Jakarta.

"Setelah kita bisa melewati ini semua, ini 14 hari, mudah-mudahan kita tidak harus memperpanjang. Mudah-mudahan nantinya akan segera lewat," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Untuk mencapai target tersebut, kata Anies, perlu kerja bersama semua elemen mulai dari jajaran pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, tokoh agama sampai warga DKI itu sendiri. Pemprov DKI Jakarta, kata dia, sudah membuat Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta sebagai rujukan bersama menjalankan PSBB.

Pemprov DKI bersama TNI-Polri juga akan menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar PSBB. Sanksi ini berlaku bagi orang perorangan dan juga bagi perusahaan atau dunia usaha.

"Terkait dengan sanksi, sanksi dalam hal ini sesuai dengan ketentuan yang ada bahwa yang ada di dalam Pasal 27 (Pergub 33), pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," ujar Anies.

Ketentuan perundangan-perundangan yang dijadikan dasar pemberian sanksi di Pergub ini, kata Anies adalah Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Dalam Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 menyebutkan sanksi bagi pelanggaran kegiatan kekarantinaan kesehatan termasuk PSBB adalah pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta.

Selain itu, lanjut Anies, pihaknya bersama pemerintah pusat sudah menyediakan bantuan sosial kepada 1,25 juta kepala keluarga di DKI Jakarta yang terdampak virus corona atau Covid-19 selama pelaksanaan PSBB. Bansos ini diberika agar masyarakat tidak khawatir terhadap pemenuhan kebutuhan dasar selama PSBB.

"Nantinya akan ada 1,25 juta keluarga di Jakarta yang akan mendapatkan bantuan secara rutin diberikan tiap minggu dalam bentuk kebutuhan pokok sehingga masyarakat bisa melewati masa ini tanpa menghadapi masalah yang terlalu besar," ungkap Anies.

Namun, Anies menegaskan keberhasilan 14 hari PSBB juga sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat DKI untuk disiplin menjalankan ketentuan PSBB. Bahkan, Anies minta masyarakat tinggal di rumah saja, tidak perlu berpergian kecuali untuk aktivitas yang mendesak.

Bahkan Anies menganjurkan agar 14 hari dijadikan kesempatan untuk bersama keluarga.

"Belum pernah terjadi sebelumnya di kota ini bahwa kita semua selama dua minggu bersama keluarga. Jadikan kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga. Buat aktivitas bersama keluarga, bersama lingkungan rumah. Jadikan ini bukan sebagai sebuah penderitaan. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk mengeratkan di antara kita," pungkas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com