Lab IPB Jadi Rujukan Swab Test Covid-19

Lab IPB Jadi Rujukan Swab Test Covid-19
Gedung Laboratorium uji SARS-CoV-2 di IPB di Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor. (Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale)
Vento Saudale / FER Jumat, 10 April 2020 | 17:56 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB) telah siap menjadi tempat rujukan untuk pengujian spesimen swab test virus corona atau Covid-19. Dalam sepekan, laboratorium tersebut mampu menguji sekitar 100 hingga 180 spesimen swab test.

Baca: Pemkot Bogor Siap Gunakan Lab Uji Swab IPB

Laboratorium uji SARS-CoV-2 di IPB ini terdiri atas tiga laboratorium pendukung. Yaitu Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) yang berada di Jalan Lodaya, Laboratorium Collaborative Research Center-Science Techno Park (CRC STP) yang ada di Jalan Taman Kencana dan Laboratorium Terpadu-Satreps di kampus Fakultas Kedokteran Hewan di kampus IPB Dramaga.

"Bila di kalkulasi bisa sekitar 100 hingga 180 spesimen perminggu atau lima hari kerja," kata Penanggung jawab Laboratorium IPB, Srihadi Agungpriyono, Jumat (10/4/2020).

Terkait alat, lanjut Srihadi, laboratorium IPB mempunyai empat unit RT PCR dan perelengkapan lainnya sesuai standar yang telah ditetapkan WHO. Adapun protokol kerja pemeriksaan spesimen klinis yang harus diperhatikan, bahwa protokol alur pengujian mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes) atau Dinas Kesehatan (Dinkes).

Baca: Mengapa Tes Massal Covid-19 Penting Dilakukan?

“Spesimen klinis dalam virus transport medium (VTM) hanya akan diterima melalui Dinkes kota dan kabupaten. Sampel dari Dinkes tersebut akan dikirimkan di laboratorium. Dari segi peralatan dan sebagainya kita selalu mengacu kepada standar yang ditetapkan WHO. Itu kan real time PCR untuk molikulernya kita punya tiga sampai empat alat itu," ungkap Srihadi.

Kemudian, tenaga yang akan bekerja untuk pengujian spesimen swab test berasal dari IPB yang memang sudah memiliki pengalaman di bidang penelitian. Tim juga diperkuat oleh para dokter yang akan mengawal kesehatan dan keselamatan kerja (K3) petugas teknis di laboratorium.

"Tenaga dari IPB, pada dasarnya kan ingin membantu pemerintah. IPB melakukan uji terhadap virus-virus lain sudah cukup sering. Tapi kan sekarang (virus corona) kita semua belum pernah tapi sudah kita optimistis kemarin sudah ada reagen yang kita cek dengan sampel negatif dan positif hasilnya oke dan nanti tinggal berjalan," jelas Srihadi.



Sumber: BeritaSatu.com