Bupati Bogor Usulkan PSSB Bodetabek Dilaksanakan Serentak

Bupati Bogor Usulkan PSSB Bodetabek Dilaksanakan Serentak
Bupati Bogor Ade Yasin di sela acara sterilisasi area sekolah di SMPN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (19/3/2020). ( Foto: Suara Pembaruan/Vento Saudale )
Vento Saudale / JAS Jumat, 10 April 2020 | 18:25 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Agar berkesinambungan dengan DKI Jakarta, Bupati Bogor Ade Yasin mengusulkan agar pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) dilakukan secara bersamaan atau serentak. Hal itu untuk mengefektifkan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

DKI Jakarta sudah memberlakukan PSSB terhitung mulai Jumat (10/4/2020). Lima daerah penyangga kota/kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan kota/kabupaten Bekasi secara kolektif mengajukan PSBB melalui Provinsi Jawa Barat berbarengan dengan Banten ke Kementerian Kesehatan.

Ade menyebut, dilaksanakannya PSBB di Jakarta itu sebenarnya membantu Kabupaten Bogor dalam melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran wabah Covid-19.

Ade Yasin mengatakan, pertimbangan untuk menerapkan PSBB itu karena di Kabupaten Bogor terinfeksi positif Covid-19 jumlahnya terus meningkat. Terakhir, angkanya mencapai 27 orang dimana tiga orang dinyatakan sembuh dan tiga orang lainnya meninggal dunia.

"Jakarta sudah melaksanakan PSBB dan sebagai daerah penyangga, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi harus serentak juga menerapkan PSBB. Kami siap menerapkannya," ujar Ade Yasin dalam keterangannya, Jumat (10/4/2020).

Dia menyebutkan, PSBB di Jakarta juga akan maksimal menanggani dan mengurangi penyebaran wabah virus Covid-19 apabila daerah penyangganya melaksanakan hal serupa.

Ade menilai, PSBB di Jakarta akan maksimal kalau wilayah atau daerah penyangganya juga melaksanakan hal yang sama. Ia pun mengusulkan, khusus PSBB di wilayah Provinsi Jawa Barat kendalinya harus dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Sehingga komandonya satu arah tidak sendiri-sendiri, ada penyeragaman kebijakan dan itu harus disimulasikan dulu," tambah Ade.



Sumber: BeritaSatu.com