PSBB, Polisi-Dishub Bangun 33 Check Point

PSBB, Polisi-Dishub Bangun 33 Check Point
Polisi memberikan hukuman push up kepada pengendara tanpa kelengkapan dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di perbatasan Jakarta Timur dengan Cimanggis Depok, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Jumat 10 April 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Bayu Marhaenjati / YUD Jumat, 10 April 2020 | 20:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, membangun 33 check point untuk mengawasi pembatasan moda transportasi pada saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ke-33 check point atau titik pengawasan tersebut dibangun di terminal, stasiun dan pintu masuk Ibu Kota Jakarta.

"Untuk mengawasi itu semua, maka kami bergabung bersama Dishub sudah membangun 33 check point di seluruh Jakarta, terutama di pintu-pintu masuk Jakarta seperti di Kalideres, Ciputat, Jakarta Timur, kemudian ada juga di Kembangan dan beberapa titik lainnya. Termasuk di Terminal Pulogebang, Kampung Rambutan, Kalideres, Tanjung Priok, Senen," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, Jumat (10/4/2020).

Dikatakan Sambodo, check point juga dibangun di lima gerbang tol untuk mengawasi pembatasan moda transportasi, di Jakarta. "Kemudian tentang bagaimana pengaturannya, bagaimana tempat duduknya, sopir dan sebagainya. Tentu nanti ada turunannya dari aturan ini, termasuk pembatasan jam operasional dari angkutan umum yang berada di Jakarta. Tentunya ada aturan turunannya dari Pergub ini," ungkapnya.

Baca juga: PSBB Bikin Bingung Penumpang KRL

Sambodo menyampaikan, pembatasan moda transportasi diatur dalam Pasal 18 Pergub Nomor 33 Tahun 2020.

"Pertama untuk kendaraan mobil pribadi itu dibatasi jumlah maksimalnya sebanyak 50 persen. Artinya untuk mobil pribadi yang tujuh kursi seperti Innova, Avanza, Xenia dan sebagainya, itu 50 persen, karena penumpangnya itu tujuh jadi yang diperbolehkan empat orang. Kemudian untuk mobil yang lima kursi seperti sedan itu diperbolehkan tiga orang. Tambahan untuk mobil penumpang pribadi itu semuanya wajib menggunakan masker di dalam kendaraan. Jadi ketika dia berkendara baik driver maupun penumpang, semuanya wajib menggunakan masker," katanya.

Baca juga: Penting, Ini Hak dan Kewajiban Warga DKI Selama PSBB

Menurut Sambodo, sepeda motor untuk penggunaan pribadi diperbolehkan berboncengan dengan catatan pengemudi dan penumpang wajib menggunakan masker dan sarung tangan, serta kelengkapan pengguna kendaraan seperti helm.

"Di dalam ketentuan ini juga, di dalam Pasal 18 ayat 6 disebutkan bahwa angkutan roda dua yang berbasis aplikasi dibatasi penggunannya hanya untuk angkutan barang. Kemudian angkutan umum itu juga dibatasi hanya maksimal 50 persen (jumlah penumpang), juga dibatasi jam operasionalnya sesuai peraturan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," jelasnya.

Baca juga: Polri Tegaskan Seluruh Polda Bantu Pemda Terapkan PSBB

Menyoal apa sanksinya kalau ada yang melanggar, Sambodo mengungkapkan, Pasal 27 Pergub Nomor 33 Tahun 2020 menyebutkan, pelanggaran terhadap Pergub dapat dikenakan sanksi, termasuk sanksi pidana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, serta Pasal 212, Pasal 216, dan Pasal 218 KUHP. Sehingga, nanti bergantung apa pelanggaran yang dilakukan.

"Tetapi kita pahami Pergub ini juga baru keluar tadi malam, tentu kita masih memberikan waktu bagi masyarakat untuk bisa memahami. Jadi satu-dua hari ke depan, kami tadi sudah sepakat, kita akan melalukan sosialisasi lebih dulu, kemudian sifatnya imbauan dan langsung diatur," katanya.

Semisal ada pengemudi sepeda motor tidak menggunakan masker melintas di check point Pasar Jumat, maka akan diputarbalikan ke arah Ciputat kembali. Kemudian ada mobil berisi enam orang melalui check point Kalideres, petugas akan memutarbalikannya ke arah Tangerang.

"Jadi sifatnya kita hanya imbauan, kemudian langsung diatur di lokasi. Ketika misalnya walaupun hanya ada dua orang di satu mobil, tetapi duduknya bersebelahan di samping sopir, itu juga kita minta penumpangnya duduk di belakang. Sehingga physical distancing antar penumpang bisa dilaksanakan. Sanksi kan tidak harus sanksi hukum. Jadi kita bisa langsung betulkan saat itu, di tempat itu," tandasnya.

Menurut data yang dihimpun Beritasatu.com, ada empat titik check point di dalam kota Jakarta. Antara lain di Bundaran Senayan, Semanggi, Bundaran HI, dan Harmoni.

Kemudian, 11 check point dibangun di lima satuan wilayah seperti di Kalideres, Kembangan, Joglo, Ciledug Raya, Pasar Jumat, Simpang UI, Patung Tani, Ringroad Tegal Alur, Cakung, Kalimalang, dan Pasar Rebo.

Selanjutnya, check point ada di enam terminal diantaranya, Terminal Kalideres, Terminal Senen, Terminal Tanjung Priok, Terminal Kampung Melayu, Terminal Pulogebang, dan Terminal Kampung Rambutan. Sementara stasiun ada tujuh titik, Stasiun Kota, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Gambir, Stasiun Cawang Atas, Stasiun Manggarai, Stasiun Senen, serta Stasiun Jatinegara.

Sedangkan di jalan tol ada lima check point yang dibangun. Pertama di Gerbamg Tol Kapuk, Gerbang Tol Tomang, Gerbang Tol Pasar Rebo, Gerbang Tol Tanjung Priok, dan Gerbang Tol Cikunir.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, di Jalan Ciledug Raya arah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, situasi arus lalu lintas terlihat lancar, sore ini. Pengendara sepeda motor sebagian besar menggunakan masker, namun ada juga satu-dua pengendara yang tidak memakainya.

Sementara itu, tidak terlihat ada pengemudi ojek online (ojol) yang mengangkut penumpang. Semua pengemudi ojol yang melintas hanya membawa barang dan pesanan makanan serta minuman.



Sumber: BeritaSatu.com