DKI Distribusikan Sembako untuk 20.000 Keluarga

DKI Distribusikan Sembako untuk 20.000 Keluarga
Warga terdampak Covid-19 mendapat bantuan sembako. (Foto: ANTARA FOTO / Aji Styawan)
Yustinus Paat / BW Jumat, 10 April 2020 | 21:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemprov DKI Jakarta mendistribusikan paket sembako kepada 20.000 keluarga di Kelurahan Jatinegara dan Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (10/4/2020).

Sehari sebelumnya, Pemprov DKI juga membagikan paket sembako untuk 20.000 keluarga di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.

Total paket sembako yang sudah distribusikan selama dua hari ini adalah 40.000 paket. Pembagian sembako ini merupakan bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat DKI. Masyarakat miskin dan rentan selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta.

“Jadi kita memberikan kira-kira 20.000 (paket kebutuhan pokok) per hari. Nanti totalnya akan ada 1,2 juta. Sekarang ini 20.000 dan kemarin (juga),” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta.

Anies mengatakan, paket sembako disiapkan oleh Perumda Pasar Jaya dengan pengemasan yang rapat untuk menjaga agar barang tetap higienis. Paket sembako ini langsung didistribusikan dan diantar ke rumah warga, sehingga tidak ada warga yang berkumpul untuk mengambil bantuan. Distribusi langsung ini untuk meminimalisasi potensi penularan Covid-19.

“Kita akan bagikan semua supaya semua bisa dapat, jadi dikerjakan oleh PD Pasar Jaya,” ungkap Anies.

Paket sembako ini terdiri dari bahan pangan pokok (beras 5 kg 1 karung, sarden 2 kaleng kecil, minyak goreng 0,9 ltr 1 pouch, biskuit 2 bungkus), masker kain 2 pcs, sabun mandi 2 batang, dan surat dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta (surat ini terdapat pada 20.000 paket pertama).

Secara terpisah, Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta Catur Laswanto mengatakan, Pemprov DKI Jakarta menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan berkolaborasi menangani pandemi Covid-19. Hingga dengan 9 April 2020, kata Catur, terdapat total 76 kolaborator yang telah berpartisipasi.

“Perinciannya 39 kolaborator berasal dari lembaga usaha, 18 kolaborator merupakan LSM/OMS, badan PBB, dan universitas, 16 kolaborator merupakan perorangan, dan 3 kolaborator merupakan kementerian dan setingkat kementerian,” kata Catur.

Catur mengatakan, jika ada pihak yang ingin berpartisipasi dalam melawan Covid-19, maka dukungannya dapat langsung disampaikan ke Jakarta Development Collaboration Network (JDCN). Kemudian, melalui Sekretariat Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, Balai Kota, Blok G Lantai 2 atau melalui kanal jdcn.jakarta.go.id dan Chat Center di nomor 081196000196 dan 081196000197.



Sumber: BeritaSatu.com