Hari Pertama PSBB di Bekasi, Warga Patuhi Kenakan Masker

Hari Pertama PSBB di Bekasi, Warga Patuhi Kenakan Masker
Petugas gabungan Polrestro Bekasi Kota, Dishub Kota Bekasi serta Kodim 0507/Kota Bekasi dikerahkan di pintu keluar Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur Tol Jakarta-Cikampek, saat pelaksanaan PSSB hari pertama, Rabu (15/4/2020). (Foto: Ist)
Mikael Niman / HS Rabu, 15 April 2020 | 15:09 WIB

Bekasi, Beritasatu.com – Hari pertama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bekasi, Rabu (15/4/2020), rata-rata warga mematuhi aturan dengan mengenakan masker saat berkendaraan. Namun, untuk penerapan jaga jarak fisik, petugas masih banyak kendaraan roda empat di pintuk keluar Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur.

“Rata-rata, warga Kota Bekasi sudah mengetahui pelaksanaan PSBB mulai hari ini sehingga mereka mengenakan selalu masker saat berkegiatan di luar rumah,” ujar Kasi Pengendalian Operasional Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Bambang Normawan Putra di Gerbang Tol Bekasi Timur, Rabu (15/4/2020).

Dia menjelaskan, sejak petugas gabungan dikerahkan tadi pagi untuk memantau penerapan status PSBB di gerbang tol, hanya satu-dua pengendara yang tidak mengenakan masker. “Mereka yang tidak mengenakan masker, kita minta kendaraannya putar balik dan tidak memasuki wilayah Kota Bekasi, selama tidak mengenakan masker,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, masih ditemukan pengendara roda empat yang duduk berdampingan di bangku depan, berdampingan dengan pengemudi. “Kami menghentikan mereka dan meminta penumpang yang duduk di samping pengemudi agar pindah tempat duduknya di belakang, untuk tetap menjaga jarak fisik saat berkendara,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestro Bekasi Kota, AKBP Ojo Ruslani, menambahkan pihaknya memantau pergerakan angkutan barang, angkutan umum serta kendaraan pribadi.
“Kami mengawasi berbagai angkutan barang, angkutan umum serta mobil pribadi,” ujar Ojo Ruslani.

Menurut dia, angkutan umum hanya diperbolehkan membawa penumpang maksimal 50 persen dari jumlah kapasitas bangku angkutan. Begitu juga dengan kendaraan pribadi, maksimal 3-4 orang. Sedangkan, angkutan barang hanya membawa logistik sembako, bahan bakar minyak (BMM), dan sebagainya.

“Tetap dengan protokol kesehatan, yakni dengan mengenakan masker dan menjaga jarak fisik,” imbuhnya.



Sumber: BeritaSatu.com