Hari Pertama PSBB di Bogor, Polisi Beri Teguran Tertulis Pengendara Tak Pakai Masker

Hari Pertama PSBB di Bogor, Polisi Beri Teguran Tertulis Pengendara Tak Pakai Masker
Petugas kepolisian melakukan teguran tertulis kepada pengendara yang melanggar kepatuhan dalam penerapan PSBB, di Kabupaten Bogor, Rabu (15/4/2020). (Foto: beritasatu.com / vento saudale)
Vento Saudale / WM Rabu, 15 April 2020 | 18:02 WIB

 

Bogor, Beritasatu.com – Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) Polres Bogor memberikan 10 surat teguran kepada pengendara yang tidak mematuhi peraturan. Polres Bogor bersama instansi terkait melakukan pengawasan (check point) di sejumlah titik lokasi bagi para pengguna kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, dalam keterangannya, menuturkan, bagi para pengemudi ataupun penumpang yang kedapatan melakukan pelanggaran sesuai Perbup Bogor No 16 Tahun 2020 maka akan diberikan teguran tertulis secara persuasif dan simpatik.

Kata dia, selama PSBB berlangsung, Polres Bogor melaksanakan kegiatan pengawasan di 17 titik check point utama.

“Yang kedapatan melanggar Perbup No 16/2020 kami berikan teguran tertulis, dan tidak lupa kami berikan masker gratis. Tujuannya adalah supaya masyarakat mengerti dan sadar bahwa saat ini sedang PSBB, dan juga supaya mereka tidak mengulangi lagi sehingga terhindar dari bahaya Covid-19,’ ungkap Roland.

Sementara, Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fadli Amri menuturkan, sesuai ketentuan, para pengendara harus melakukan pengecekan suhu badan dan harus dibatas normal 36-37 derajat celsius dan wajib menggunakan masker mulut. Tambahan lainnya, bagi sepeda motor harus menggunakan sarung tangan, tidak mengangkut penumpang bagi ojol dan berboncengan dengan satu alamat.

Untuk kendaraan roda empat, wajib mengurangi 50 persen muatan dan untuk kendaraan pengangkut barang dan angkot wajib mematuhi batas waktu operasional.

Fadli juga menjelaskan, terkait kegiatan pemberian teguran tertulis ini berbeda dengan surat tilang. tidak ada denda maupun sanksi yang mengikat.

“Tadi ada 10 pengendara yang kami berikan teguran tertulis, kebanyakan tidak menggunakan masker, ada satu yang kelebihan muatan penumpang. Kami berikan teguran tertulis secara simpatik dan persuasif harapannya adalah masyarakat menjadi paham dan mengerti bahwa saat ini di Kabupaten Bogor telah menerapkan PSBB dan terpenting adalah jangan diulangi lagi karena ini untuk kepentingan masyarakat juga,” Fadli.



Sumber: BeritaSatu.com