Pandemi Covid-19, Stok Darah PMI DKI Berkurang 70 Persen

Pandemi Covid-19, Stok Darah PMI DKI Berkurang 70 Persen
Masyarakat menunggu pelayanan untuk melakukan donor darah di kantor PMI DKI Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / YUD Senin, 4 Mei 2020 | 19:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta berkurang sampai sekitar 70 persen akibat pandemi virus corona (Covid-19). PMI DKI biasanya mendapat 800 hingga 1.000 kantong per hari sebelum pandemi Covid-19.

"Setelah pandemi Covid-19 ini jauh sekali berkurang, kita hanya dapat paling 300 kantong darah per hari, sementara 700 kantong menjadi usaha kami untuk mencari donor darah dengan cara apapun," ujar Kepala Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta, Salimar Salim saat dihubungi, Senin (4/5/2020).

Baca juga: Begini Syarat Pendonor untuk Terapi Plasma Darah Covid-19

Stok darah ini, kata Salimar semakin berkurang setelah memasuki masa puasa. Pasalnya, biasanya memang di masa puasa orang takut mendonorkan darahnya karena takut batal puasa atau pingsan.

"Jadi, dengan adanya masa puasa, ditambah lagi dengan pandemik Covid-19 ini, maka semakin berkurang stok darah, kita hanya dapat 100 sampai 200 kantong darah per hari," tutur dia.

Dengan segala keterbatasan tersebut, kata Salimar, PMI DKI tetap berusaha untuk mendapatkan stok darah untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di Jakarta dan sekitar Jakarta sebanyak 700 sampai 800 kantong darah. Salah satu caranya, kata dia, melakukan kerja sama dengan TNI dan Polri.

Baca juga: Atasi Kekurangan Darah Akibat Corona, Kemhan Gelar Donor Darah

"Pada waktu sebelum puasa dengan kekurangan 70 persen stok darah, kita dibantu oleh Pak Ketum PMI Pak JK (Jusuf Kalla), bikin surat ke TNI dan Polri. Itu sebelum puasa dan kita dapat donor darah cukup banyak dari kedua institusi tersebut," ungkap dia.

Selain itu, kata Salimar, pihaknya juga bekerja sama dengan komunitas pengusaha yang bisa mengerahkan karyawannya melakukan donor darah. PMI, ujar dia, jemput bola dengan mendatangi perusahaan yang masih beroperasi dan karyawannya bersedia melakukan donor darah.

Baca juga: Peduli Corona, Double Great Residence Gelar Donor Darah

"Tentu, dalam proses donor, kita tetap menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak aman, menggunakan masker, ada hand sanitizer, dan ada thermal gun," terang dia.

Lebih lanjut, Salimar mengatakan PMI DKI juga bekerja sama dengan Pemprov DKI untuk mendata warga yang mau mendonorkan darah lewat instagram Pemprov DKI. Banyak warga dari RT dan RW yang mendaftar melalui Instagram Pemprov DKI.

"Lalu, kita PMI mendatangi mereka, tinggal cek RT atau RW berapa, kelurahan dan kecamatan mana, untuk melakukan donor. Kalau sudah 10 orang yang daftar, kita datangi segera. Kalau sampai banyak, misalnya 50 orang yang mau donor darah, kita minta nanti berkumpul secara bertahap, agar tetap menjaga physical distancing," pungkas Salimar. 



Sumber: BeritaSatu.com