Letjen Doni Monardo: Mudik Dilarang. Titik!
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Letjen Doni Monardo: Mudik Dilarang. Titik!

Rabu, 6 Mei 2020 | 16:15 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letnan Jenderal (Letjen) Doni Monardo menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mengatur kebijakan mengenai larangan aktivitas mudik.

Melalui surat itu, Gugus Tugas sekaligus menunjukkan ketegasan pemerintah terkait upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan tidak ada kelonggaran dalam peraturan yang telah ditetapkan tersebut terkait mudik.

"Beberapa waktu terakhir, kami mendapatkan kesan seolah-olah masyarakat boleh mudik dengan syarat tertentu atau adanya kelonggaran. Saya tegaskan, tidak ada perubahan peraturan tentang mudik. Artinya, mudik dilarang. Titik! Saya tegaskan sekali lagi. Mudik dilarang, titik!,” tegas Letjen Doni dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Adapun latar belakang dalam pelaksanaan larangan mudik tersebut mengingat bahwa Presiden Joko Widodo sebelumnya telah mengeluarkan maklumat tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang di dalamnya mengatur pelarangan mudik, serta pengendalian transportasi selama bulan Ramadan dan Idulfitri 1441 Hijriah, dalam rangka pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Selain itu, yang menjadi dasar penerbitan surat edaran tersebut juga mengingat adanya beberapa persoalan yang tidak diinginkan meliputi terhambatnya pelayanan percepatan penanganan Covid-19 dan juga pelayanan kesehatan, seperti halnya adanya pengiriman alat kesehatan yang sulit menjangkau seluruh wilayah. Terbatasnya mobilitas tenaga medis dan pengiriman spesimen dari pemeriksaan masyarakat melalui metode swab test polymerase chain reaction (PCR).

Kemudian, adanya keterbatasan transportasi pengiriman personel untuk mendukung gugus tugas daerah. Persoalan pemulangan atau repatriasi ABK dan pekerja migran ke tanah air, dan terhambatnya pelayanan pertahanan, keamanan dan ketertiban umum.

“Seperti, seorang pejabat TNI tidak diperkenankan istrinya ikut ke lokasi penugasan. Tentunya, kehadiran istri penting karena menyangkut serah terima jabatan di lingkunan TNI, ini pun juga terganggu,” jelas Doni.

Selain itu, beberapa pelayanan kebutuhan dasar juga mengalami hambatan, seperti rantai pasokan makanan terutama hasil pertanian, peternakan, dan juga perikanan.

Pemerintah juga tidak ingin kemudian mobilitas pekerja harian lepas seperti petani dan peternak juga terhambat. Kebutuhan dasar masyarakat harus dapat terpenuhi dengan mudah sehingga masyarakat juga terjamin dalam pemenuhan gizi untuk menjaga imunitas tubuh.

“Hal ini tentunya tidak kita harapkan. Kita ingin seluruh kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan mudah. Demikian juga, masyarakat harus dijamin kebutuhan untuk mendapatkan gizi yang berkualitas dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh, agar bisa lekas sembuh dari Covid-19, termasuk juga bisa menghindari, supaya tidak terpapar Covid-19,” ujar Doni.

Lebih lanjut, pelayanan fungsi ekonomi penting, seperti halnya bahan dasar APD, yang perlu didatangkan dari luar negeri. Kemudian, reagen untuk PCR Test. Kemudian juga, kata Doni Monardo, masker N95, serta alat-alat kesehatan lainnya, seperti halnya mesin PCR.

Dalam hal ini, kata Doni Monardo, Gugus Tugas memberikan pengecualian untuk bisa melakukan kegiatan yang berhubungan dengan penanganan Covid-19, di antaranya aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, pegawai BUMN, lembaga usaha, LSM yang semuanya berhubungan dengan penanganan Covid-19, termasuk bagi masyarakat yang mengalami musibah dan kemalangan serta repatriasi WNI yang kembali ke Tanah Air.

"Siapa yang dikecualikan? Antara lain, aparatur sipil negara, TNI/Polri, pegawai BUMN, lembaga usaha, dan lembaga swadaya masyarakat yang berhubungan dengan percepatan penanganan Covid-19. Selain itu, pengecualian kepada masyarat yang mengalami musibah dan kemalangan seperti meninggal dunia dan sakit keras,” tutur Doni Monardo.

Ada pun sejumlah syarat yang harus dipenuhi kepada mereka yang dikecualikan dari larangan bepergian adalah memiliki izin dari atasan minimal setara eselon II atau kepala kantor. Bagi wirausaha yang usahanya berkaitan dengan percepatan penanganan Covid-19 tetapi tidak memiliki instansi, ujar Doni Monardo, maka harus ada surat pernyataan di atas materai yang diketahui kepala desa atau lurah.

Selain itu, mereka juga harus memiliki surat keterangan sehat baik untuk pergi maupun pulang yang diperoleh dari dokter rumah sakit, puskesmas, atau klinik setelah menjalani rangkaian pemeriksaan termasuk tes cepat dan tes usap tenggorokan.

"Kegiatan yang dilakukan harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, meliputi menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, dan tidak menyentuh bagian wajah,” kata Letjen Doni Monardo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kubu Rocky Gerung dan Sentul Saling Klaim Kebenaran, PKS: Diuji di Pengadilan

Kedua belah pihak menyatakan, sama-sama memiliki keabsahan surat tanah yang kini menjadi sengketa antara Rocky Gerung dan Sentul City.

MEGAPOLITAN | 26 September 2021

Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Tangerang Terus Dilanjutkan

Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Tangerang akan terus dilanjutkan.

MEGAPOLITAN | 26 September 2021

Remaja Tewas Ditusuk Usai Dirampok di Bekasi

Seorang remaja ditemukan tewas dengan luka tusukan di Bekasi. Remaja yang diketahui bernama Rizki itu diduga merupakan korban perampokan.

MEGAPOLITAN | 26 September 2021

Jajaran Pemkot Tangerang Diminta Tekan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah meminta jajarannya untuk menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

MEGAPOLITAN | 26 September 2021

Daftar Vaksinasi Covid-19, Warga Bekasi Terkendala KTP dan KK

Warga di Kabupaten Bekasi masih terkendala kepemilikan kartu identitas KTP serta Kartu Keluarga saat akan melakukan vaksinasi Covid-19.

MEGAPOLITAN | 26 September 2021

Victor Teguh Siap Jadi Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Kalapas Klas I Tangerang nonaktif , Victor Teguh Prihantono mengaku siap jika ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran Lapas Tangerang.

MEGAPOLITAN | 26 September 2021

PDAM Bekasi Gelar Vaksinasi Massal Covid-19

PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi menggelar vaksinasi massal Covid-19 pada Sabtu dan Minggu (25-26/9/2021).

MEGAPOLITAN | 26 September 2021

RumaTani Gandeng Koswantra Bantu Warteg Bangkit

Program "Warteg Jaya Kembali" membagikan makanan gratis kepada masyarakat yang dipesan dari warteg.

MEGAPOLITAN | 26 September 2021

Perum Perikanan Jakarta Ajak Tinggalkan Penggunaan Air Tanah

Ada beberapa alasan pihaknya meninggal air tanah, salah satunya kualitas airnya tidak sebagus air pipa.

MEGAPOLITAN | 26 September 2021

Kabur dari Karantina Covid-19, 7 WNA Divonis 5 Bulan Penjara

Tujuh WNA asal India yang kabur dari karantina kesehatan divonis 5 bulan penjara oleh hakim PN Tangerang.

MEGAPOLITAN | 26 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Literasi Perdamaian


# Lionel Messi


# Kegiatan Besar



TERKINI
Gibran Rakabuming Raka: Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

Gibran Rakabuming Raka: Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19

POLITIK | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings