Logo BeritaSatu

PSBB III DKI Diharapkan Mampu Akhiri Covid-19

Jumat, 8 Mei 2020 | 10:18 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI tahap III (7-21 Mei 2020) diharapkan mampu mengakhiri penyebaran Covid-19. PSBB yang berlangsung enam pekan atau satu setengah bulan sudah sangat memukul perekonomian dan memicu tekanan jiwa warga Ibukota.

"Kita mendukung sepenuhnya PSBB tahap III ini. Namun, Pemprov DKI dan seluruh lapisan masyarakat harus benar-benar disiplin agar PSBB sukses memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujar Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, Jumat (8/5/2020).

Dia mengharapkan agar setelah 21 Mei 2020, pembatasan sosial sudah mulai dilonggarkan secara bertahap. Mal untuk menengah atas sudah bisa dibuka. Restoran dan salon sudah boleh dibuka.

"Tentu, disiplin jaga jarak, pemakaian masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak sosial dan fisik, dan penggunaan hand sanitizer tetap dipertahankan. Standar kesehatan ini harus tetap dipatuhi. Kami sebagai pengusaha, apa pun kebijakan itu kalau tujuannya demi menekan persebaran Covid-19, maka kami pasti akan mematuhinya," katanya.

Kunci sukses penerapan PSBB, menurutnya, adalah disiplin. Oleh karena itu, aparat pemerintah, anggota dewan, dan semua penyelenggara negara harus memberikan contoh. Tidak boleh ada kegiatan yang mengumpulkan orang lebih dari lima orang. Bekerja, belajar, dan berdoa dari rumah dilaksanakan dengan penuh disiplin.

Koordinasi pergerakan manusia harus dimulai dari RT dan RW. Setiap lurah harus mengkoordinasi RT-RW di wilayahnya dengan bantuan polisi dan TNI. Organisasi sosial di setiap kelurahan, seperti karang turuna, pemuda masjid, dan orang muda Katolik, dan sebagainya, perlu dikerahkan untuk mendisiplin warga.

Sarman mengatakan, saat ini, stamina dunia usaha sudah loyo dan pengusaha banyak yang sekarat. "Ada yang masih megap-megap. Belum tutup dan tetap berusaha dengan asumsi badai segera berlalu. Jika PSBB benar berakhir Mei, maka akan ada kembali kebijakan kebijakan yang membolehkan aktivitas bisnis kembali bergerak," ujar Sarman.

Dikatakan dia, Jakarta sebagai sebagai kota jasa maka modal utamanya adalah pergerakan ekonomi yang dilakukan manusia. "Makin banyak manusia bergerak, maka tumbuh aktivitas bisnis. Namun, kalau ruang gerak sempit, maka ruang bisnis mati," kata Sarman.

Menurut Sarman, sektor ekonomi menjadi titik utama yang harus dipulihkan setelah badai Covid-19 berlalu. Dibutuhkan pemikiran dan strategi yang tepat untuk pemulihan ekonomi.

Pemulihan Ekonomi
Sarman mengatakan, di luar Gugus Tugas Covid-19 maka dibutuhkan komite untuk menangani pemulihan perekonomian. Sarman mengusulkan agar dibentuk Komite Percepatan Pemulihan Perekonomian Nasional (KP3N) yang bertugas merumuskan langkah apa yang harus diambil pasca-Covid-19.

"Kita jangan diam saja menunggu selesai lalu baru berpikir apa yang harus dilakukan. Justru harus dari sekarang dipikirkan apa yang alan dilakukan. Libatkan unsur pengusaha, pengamat, dan juga pemerintah di dalamnya. Lebih ideal jika posisi ketuanya dijabat oleh ketua Kadin," ujar Sarman.

Pelibatan pengusaha, lanjut Sarman, adalah hal penting, pasalnya pengusahalah yang mengetahui keadaan riil di lapangan. Untuk urusan kebijakan fiskal dan stimulus maka bisa diserahkan kepada pemerintah.

Saat ini, apa yang diharapkan bisa untuk menggerakkan perekonomian Indonesia juga belum terwujud. Indikator ekonomi tumbuh, dipaparkan Sarman, yakni daya beli masyarakat, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah.

"Apa yang kita harap saat ini bergerak? Tidak ada. Daya beli lemah karena banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Investasi sampai saat ini, investor masih wait and see. Ekspor tak bisa dilakukan karena banyak negara memberlakukan lockdown dan belanja pemerintah saat ini dialihkan untuk Covid-19 semua. Tidak ada proyek pembangunan," tutur Sarman, yang juga Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Provinsi DKI Jakarta ini.

Dia menilai di sinilah pentingnya bagaimana menarik minat investor sebagai modal utama agar bersedia berinvestasi di Indonesia sehingga mendorong terbukanya lapangan kerja. RUU Cipta Kerja, menurut Sarman, harus segera diselesaikan karena ini mendorong pada terciptanya kemudahan perizinan yang juga dapat mendorong terealisasinya lapangan kerja.

Sementara itu, anggota DPRD DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa menuturkan, protokol kesehatan harus tetap ditaati dan dipatuhi jika PSBB dihentikan. Selain itu, sektor perekonomian harus menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta agar sektor vital ini dapat segera pulih.

Berakhirnya PSBB nanti juga harus diikuti dengan strategi jitu yang harus dimiliki Pemprov DKI Jakarta untuk dapat memulihkan perekonomian di Jakarta. Pemprov DKI juga harus memahami perbedaan antara pembatasan dengan penutupan.

"Saat ini kan kebanyakan sektor usaha banyak yang ditutup begitu saja oleh Pemprov DKI tanpa berpikir bagaimana solusinya. Pertumbuhan ekonomi harus dipikirkan. Saat ini sudah down banget. Jangan sampai makin down. Pergerakan pergerakan pascaPSBB ini nantinya diharapkan menjadi baik dan mendorong pemulihan ekonomi," pungkas anggota Komisi B, bidang perekonomian ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Biden: Amerika Tak Bakal Takut Ocehan Putin

Biden juga menjamin bahwa Amerika tidak akan pernah mengakui wilayah pencaplokan di Ukraina sebagai bagian dari Rusia.

NEWS | 1 Oktober 2022

Resolusi PBB Bela Ukraina Langsung Diveto Rusia

Meskipun hanya Rusia yang menentang, tetapi dia adalah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan yang punya hak veto.

NEWS | 1 Oktober 2022

Zelensky Minta Jalur Prioritas Jadi Anggota NATO

Jika Ukraina menjadi anggota NATO, maka negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat bisa membelanya dalam perang melawan Rusia saat ini.

NEWS | 1 Oktober 2022

Poin-poin Pidato Putin Soal Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina

Dalam pidatonya Putin menegaskan bahwa pencaplokan itu sudah permanen dan tidak bisa dinegosiasikan.

NEWS | 1 Oktober 2022

PKB dan Gerindra Tunggu Hari Baik Umumkan Capres-Cawapres

PKB dan Gerindra tinggal menunggu hari baik untuk mengumumkan capres dan cawapres yang akan mereka usung di Pilpres 2024.

NEWS | 1 Oktober 2022

Jumat Berkah, Sahabat Ganjar Salurkan Paket Sembako

Sahabat Ganjar, relawan Ganjar Pranowo, menggelar Jumat Berkah dengan menyalurkan bantuan di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Soppeng.

NEWS | 1 Oktober 2022

Ketua MA Sebut Kasus Hakim Sudrajad Dimyati Momentum Perbaiki Kinerja Peradilan

Ketua Mahkamah Agung (MA), M Syarifuddin menyatakan kasus Sudrajad Dimyati yang dijerat KPK menjadi momentum untuk memperbaiki kinerja peradilan.

NEWS | 30 September 2022

Alasan Bawaslu Hentikan Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Anies Baswedan

Anggota Bawaslu Puadi mengungkapkan alasan pihaknya menghentikan laporan dugaan pelanggaran kampanye Anies Baswedan terkait tabloid KBA Newspaper.

NEWS | 30 September 2022

KPK Ungkap Ada Pihak yang Bangun Opini agar Lukas Enembe Hindari Pemeriksaan

KPK mengungkapkan adanya pihak yang membangun opini agar Gubernur Papua, Lukas Enembe menghindari pemeriksaan sebagai tersangka. 

NEWS | 30 September 2022

Fadel Muhammad Akhirnya Laporkan La Nyalla ke Badan Kehormatan DPD

Wakil Ketua MPR dari unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fadel Muhammad akhirnya melaporkan Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalliti ke BK DPD.

NEWS | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Biden: Amerika Tak Bakal Takut Ocehan Putin

Biden: Amerika Tak Bakal Takut Ocehan Putin

NEWS | 1 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings