Pemprov DKI Terima 2.256 Permohonan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta

Pemprov DKI Terima 2.256 Permohonan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta
Ilustrasi "check point". ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / WBP Jumat, 22 Mei 2020 | 10:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerima 2.256 permohonan surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta dari total 77.894 user yang berhasil mengakses perizinan SIKM. Data ini tercatat pada 15 Mei hingga 21 Mei 2020 pukul 19.22 WIB.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra mengatakan dari 2.256 permohonan SIKM yang diterima, terdapat 860 permohonan baru diajukan per 21 Mei, sehingga pihaknya masih melakukan penelitian administrasi dan teknis permohonan tersebut.

"Sisanya, 301 permohonan menunggu divalidasi penjamin/penanggungjawab, 976 permohonan ditolak/tidak disetujui dan 119 SIKM telah diterbitkan secara elektronik karena telah memenuhi persyaratan," ujar Benni dalam keterangannya, Jumat (22/5/2020).

Baca juga: Mulai Jumat, Keluar Masuk Jakarta Wajib Menunjukkan SIKM

Benni menambahkan waktu penyelesaian permohonan perizinan tergantung lamanya validasi penjamin/penanggungjawab dan kelengkapan berkas persyaratan. Jika benar dan lengkap, maka estimasi waktu penyelesaian (estimated time of accomplishment/ETA) permohonan SIKM selama satu hari kerja.

"Durasi waktu penjamin atau penanggung jawab melakukan validasi perizinan SIKM rata-rata selama 5 jam dari permohonan diajukan, bahkan ada yang divalidasi penjamin hanya 1,2 menit. Namun jika penjamin atau penanggungjawab tidak melakukan validasi lebih 3x24 jam, maka permohonan otomatis dibatalkan dan/atau ditolak atau tidak disetujui," terang Benni.

Permohonan yang ditolak dikarenakan pemohon tidak dapat memenuhi ketentuan proses verifikasi dalam penelitian administrasi dan penelitian teknis perizinan. "Salah satunya, kegiatan perjalanan tidak termasuk dalam penugasan/bidang pekerjaan di 11 sektor yang diizinkan selama pandemi Covid-19,” tandas Benni

Baca juga: Begini Cara Urus Permohonan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta

Sebagaimana amanat Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Berpergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19, SIKM diberikan kepada orang atau pelaku usaha yang melakukan perjalanan karena keperluan mendesak dan pekerja yang karena tugas dan/atau bidang pekerjaannya termasuk dalam 11 sektor yang diizinkan untuk beroperasi selama masa Pandemi Covid-19.

Benni menuturkan pihaknya memastikan seluruh proses verifikasi dilakukan dengan benar dan tepat, sesuai peraturan perundangan.

DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta menyediakan layanan permintaan informasi dan konsultasi perizinan/nonperizinan melalui call center Tanya PTSP 1500164 dan bertatap muka secara real time dengan petugas DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta melalui fitur Live Chat dan Video Call pada website http://pelayanan.jakarta.go.id.

Layanan ini dapat diakses oleh pemohon pada hari kerja, Senin sampai Kamis, pukul 07.30 WIB sampai 16.00 WIB dan Jumat pukul 07.30 WIB sampai 16.30 WIB

Di samping itu, pemohon juga dapat memanfaatkan layanan penyuluhan daring dengan mengirimkan surat elektronik ke alamat komunikasiinformasi.dpmptsp@jakarta.go.id serta ikuti akun media sosial @layananjakarta untuk mengetahui informasi terkini. "Sejak perizinan SIKM dibuka, kami telah melayani total 2.717 permohonan permintaan informasi, konsultasi dan penyuluhan daring terkait persyaratan, mekanisme pelayanan, dasar hukum, definisi dan tata cara/prosedur perizinan SIKM,” pungkas Benni.



Sumber: BeritaSatu.com