Kardus Bansos DKI Bertuliskan ‘Dibiayai APBD DKI’, DPRD DKI: Tidak Masalah

Kardus Bansos DKI Bertuliskan ‘Dibiayai APBD DKI’, DPRD DKI: Tidak Masalah
Direktur Utama Bank DKI Zainuddin Mappa menyerahkan bantuan Bank DKI yang disaksikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (18/5/2020). ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / EHD Jumat, 22 Mei 2020 | 13:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi tidak mempermasalahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuliskan kalimat ‘Paket Bantuan Sembako ini Dibiayai oleh APBD Pemprov DKI Jakarta' pada kardus bantuan sosial (bansos) dari Pemprov DKI untuk warga terdampak Covid-19. Pasalnya, kata Suhaimi, jelas sumber dana bansos tersebut APBD DKI.

"Bansos tersebut bersumber dari APBD, yang berarti uang rakyat yang dikelola Pemprov DKI, rakyat harus tahu dan harus diaudit sebagai pertanggungjawaban," ujar Suhaimin di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Suhaimi melanjutkan, seperti yang dilansir data.jakarta.go.id Pemprov DKI telah telah menambah alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan dan pencegahan penularan Covid-19. Anggaran BTT yang telah dialokasikan sebesar Rp 1,032 triliun dan akan ditambahkan Rp 2 triliun untuk digunakan sampai akhir Mei 2020 mendatang. Sehingga, total anggaran yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 ini menjadi sebesar Rp 3,032 triliun.

“Bahkan saat ini, pada APBD DKI Tahun 2020 yang awalnya sebesar Rp 87.956.148.476.363 ada kebijakan realokasi sebagai dampak Covid-19 dan akhirnya menyusut jadi Rp 44.662.206.340.096,” jelas Suhaimi.

Lebih lanjut, Suhaimi menegaskan, sepeserpun nilai yang dikeluarkan dari APBD harus dilaporkan dengan baik. Sehingga sangat wajar jika di kardus yang menjadi bantuan untuk warga Jakarta berbunyi ‘Dibiayai oleh APBD’.

“Tidak perlu disambung-sambungkan dengan konstelasi pemilu yang akan datang, sementara kita masih berjuang memutus mata rantai Covid-19 di ibukota,” tegas Suhaimi.

 



Sumber: BeritaSatu.com