10 Hari, Denda PSBB di DKI Capai Rp 350 juta

10 Hari, Denda PSBB di DKI Capai Rp 350 juta
Satpol PP membubarkan kelompok bersepeda di kawasan Bundaran HI di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
/ BW Jumat, 22 Mei 2020 | 14:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menyetorkan dana dari denda pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB), baik perorangan maupun perusahaan sekitar Rp 350 juta ke kas daerah.

"Pengenaan denda, denda administratif sebanyak 362 orang dan tempat usaha. Dari 362 yang membayar denda, itu kurang lebih terkumpul Rp 350 juta sudah disetorkan ke kas daerah," kata Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin saat dihubungi, Jumat (22/5/2020).

Jumlah denda itu berasal dari penegakan aturan Pergub DKI 41/2020 tentang Sanksi Bagi Pelanggar PSBB yang telah diterapkan selama 10 hari di Jakarta.

Untuk pelanggaran lainnya, Satpol PP DKI Jakarta telah memberikan teguran tertulis kepada 8.511 warga baik yang berkerumun melebihi 5 orang di luar ruangan hingga tidak mengenakan masker.

Sanksi kerja sosial yang mengharuskan pelanggar PSBB membersihkan fasilitas umum dengan rompi oranye khusus sudah diberikan oleh Satpol PP se-DKI Jakarta kepada 1.718 orang.

Selanjutnya, Satpol PP DKI juga menyegel sebanyak 452 tempat usaha yang melanggar Pergub 41/2020 itu.

"Intinya PSBB periode ketiga ini pengawasan lebih ketat. Jadi tidak ada pelonggaran," kata Arifin.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan Pergub 41/2020 tentang Sanksi Bagi Pelanggar PSBB yang diteken 30 April 2020.

Aturan itu berlaku selama PSBB dijalankan di Ibu Kota Jakarta untuk memutus mata rantai Covid-19 dengan tiga sanksi yang diterapkan, mulai dari teguran tertulis, sanksi sosial, hingga pembayaran denda mulai dari Rp 250.000- Rp10.000.000.



Sumber: ANTARA