Pemeriksaan Keluar Masuk Jakarta Dilakukan di 12 Titik

Pemeriksaan Keluar Masuk Jakarta Dilakukan di 12 Titik
Petugas kepolisian memeriksa identitas pengendara motor yang berpenumpang di check point pengawasan pelaksanaan PSBB Polres Metro Depok saat penerapan PSBB di Perbatasan Jakarta-Depok, Depok, Jawa Barat, Rabu, 15 April 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim )
/ BW Jumat, 22 Mei 2020 | 14:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemeriksaan keluar masuk Jakarta selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) III dilakukan di 12 titik mulai Jumat (22/5/2020).

"Mulai hari ini, sesuai Pergub Nomor 47 Tahun 2020, tiap orang yang akan masuk maupun keluar Jakarta di dalam 12 cek poin kami pantau, itu wajib dan harus bisa menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dihubungi di Jakarta.

Ke-12 titik tersebut di antaranya berada di jalan-jalan di batas wilayah administrasi DKI Jakarta, seperti di Kalimalang, Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Bekasi, Lenteng Agung, Pasar Jumat, Pos Polisi Kamal serta Kalideres.

Kemudian dua lagi berada di tol arah keluar Jakarta. "Satu di tol Jakarta-Cikampek di kilometer 47 kemudian ada satu di tol Tangerang-Banten di Cikupa," kata Syafrin.

Sanksi yang akan dikenakan pada dua jenis kendaraan, yakni angkutan antarkota dan pribadi. Untuk angkutan antarkota, akan diputarbalikkan jika bergerak keluar kota atau dari luar ke dalam kota.

"Kemudian kendaraan pribadi, jika pergerakan antarwilayah Jabodetabek kami persilahkan. Namun begitu yang bersangkutan keluar kota, selama memenuhi persyaratan, ada surat tugas, surat keterangan sehat, KTP-nya lengkap, maka yang bersangkutan kami berikan jalan," kata Syafrin.

SIKM Jakarta bisa diajukan langsung oleh masyarakat yang memenuhi syarat dan membutuhkannya, secara daring di laman web corona.jakarta.go.id.

Masyarakat tinggal mengikuti langkah-langkah yang tertera di laman tersebut.

"Jadi tinggal diklik itu, kemudian dilihat persyaratannya, diungah dan langsung diproses, paling lama hari berikutnya untuk perizinannya," katanya.

Proses untuk pengajuan izin pun di dalam website itu sangat mudik. "Artinya siapa pun bisa melakukan proses dan ini sangat membantu untuk masyarakat, sangat sederhana," kata Syafrin.



Sumber: ANTARA