Arus Mudik dan Balik Berpotensi Sebabkan Gelombang Kedua Covid-19

Arus Mudik dan Balik Berpotensi Sebabkan Gelombang Kedua Covid-19
Anies Baswedan. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / FER Jumat, 22 Mei 2020 | 19:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengingatkan warga DKI Jakarta tidak melakukan mudik menjelang lebaran ini. Pasalnya, arus mudik dan arus balik bisa menjadi kesempatan penularan kasus Covid-19 yang lebih besar di Jakarta.

Baca Juga: Empat Pekan PSBB Jakarta, Sehari 97 Kasus Baru

"Bila terjadi arus mudik, lalu arus balik, potensi terjadi gelombang kedua Covid-19 sangat besar," ujar Anies Baswedan, saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Anies Baswedan berharap warga DKI Jakarta berusaha melindungi keluarga yang ada di kampung dan juga orang di Jakarta. Karena itu, warga DKI Jakarta diimbau tidak bersikap dan bertindak egois, mementingkan diri sendiri.

"Pesan kita, anda jangan mengambil sikap yang tidak mementingkan orang banyak, lindungi diri anda, lindung orang lain, lindungi keluarga," tandasnya.

Baca Juga: Kemhub Perketat Pengawasan Transportasi Arus Mudik dan Balik

Apalagi, kata Anies, banyak orang yang sudah terpapar Covid-19, namun tidak memiliki gejala. Mereka sangat berpotensi menularkan Covid-19 ke orang lain terutama orang-orang yang rentan, seperti orang tua atau orang yang memiliki penyakit bawaan.

"Banyak diantara kita yang sudah terpapar Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala, inilah yang sangat berbahaya. Karena itu, kalau tidak ada keluhan bukan berarti aman," tandas dia.

Karena itu, kata Anies, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan pembatasan pergerakan orang keluar masuk Jakarta sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Bepergian Keluar dan/atau Masuk DKI Jakarta. Ketentuan ini bukan saja berlaku selama masa PSBB, tetap masa penetapan bencana non-alam penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional.

Baca Juga: Anies Pastikan Setiap Kelurahan Punya Tempat Isolasi Mandiri

"Kita minta kepada semuanya untuk tertib, mengenai mudik, pembatasan sudah mulai dilakukan, pengetatan dilakukan," pungkas Anies.

Pembatasan bepergian keluar dan/atau masuk Jakarta sudah mulai berlaku hari ini, Jumat (22/5/2020). Setiap orang atau pelaku usaha sudah dilarang melakukan aktivitas bepergian keluar masuk Jakarta selama masa penetapan bencana non-alam penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional. Jika tetap melakukan larangan tersebut, maka orang atau pelaku usaha akan disuruh kembali ke tempat semula.

Larangan ini dikecualikan untuk orang-orang yang bekerja di instansi tertentu dan pelaku usaha yang beroperasi di 11 sektor yang diperbolehkan melakukan kegiatan selama PSBB. Namun, mereka yang dikecualikan ini harus mengurus surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta jika hendak bepergian keluar atau masuk Jakarta.



Sumber: BeritaSatu.com