PSBB III DKI, Anies: Jika 2 Minggu ke Depan Tidak Disiplin, Terpaksa Dilanjutkan

PSBB III DKI, Anies: Jika 2 Minggu ke Depan Tidak Disiplin, Terpaksa Dilanjutkan
Anies Baswedan. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / WBP Sabtu, 23 Mei 2020 | 04:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menjalankan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap III mulai Jumat (22/5/2020). PSBB yang berlangsung hingga 4 Juni ini dilakukan lantaran masih ditemukan kasus baru penyebaran virus corona (Covid-19) di Jakarta.

Penambahan kasus baru pada hari pertama PSBB III sebesar 96 kasus positif sehingga total jumlah kasus akumulasi positif Covid-19 mencapai 6.316 kasus. Dari 96 kasus baru tersebut, 22 orang dinyatakan telah sembuh, 3 orang telah meninggal dunia, 51 orang menjalankan isolasi mandiri dan 20 pasien masih perawatan. Kasus baru pada hari pertama PSBB III sebenarnya tidak berbeda jauh dengan rata-rata penambahan kasus baru harian pada PSBB Tahap II, yakni sebanyak 97 kasus baru per hari.

Baca juga: Pemeriksaan Keluar Masuk Jakarta Dilakukan di 12 Titik

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan warga DKI Jakarta agar benar-benar disiplin menjalankan ketentuan PSBB sehingga PSBB Tahap III menjadi PSBB penghabisan dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Hal ini, kata Anies, sangat tergantung pada sikap dan tindakan warga DKI Jakarta.

“Secara bersama-sama selama 2 pekan ke depan akan menentukan apakah sesudah 2 pekan ini kita bisa memulai fase transisi menuju normal baru di ibu kota atau bila kita tidak disiplin, kita longgar, maka 2 pekan ke depan ini terpaksa harus diteruskan penetapannya karena risiko penularan meningkat. Jadi apakah Jakarta bisa mulai memasuki masa transisi menuju normal baru atau tidak, itu sangat ditentukan oleh sikap kita perilaku kita di 2 pekan ke depan,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Sementara terkait perkembangan kasus Jumat (22/5/2020), Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, dari 6.316 orang positif, sebanyak 1.558 orang dinyatakan telah sembuh, 501 orang meninggal dunia, 1.975 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.282 orang melakukan self isolation di rumah. “Untuk orang tanpa gejala atu OTG sebanyak 13.163 orang, orang dalam pemantauan atau ODP berjumlah 10.982 orang, dan pasien dalam pengawasan atau PDP sebanyak 8.065 orang,” jelas Ani.

Baca juga: Satpol PP DKI Kerahkan Seluruh Personel Tindak Pelanggar PSBB

Ani menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun Laboratorium Satelit Covid-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring dengan 36 laboratorium pemeriksa Covid-19.

“Secara kumulatif, pemeriksaan PCR telah dilakukan di DKI Jakarta, sampai dengan 21 Mei 2020 sebanyak 124.076 sampel. Pada 21 Mei 2020, dilakukan tes PCR pada 2.313 orang, 1.029 diantaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 96 positif dan 933 negatif,” terang dia.

Rapid test juga masih dilakukan di 6 wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Total sebanyak 113.305 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen, dengan perincian 4.329 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan 108.976 orang dinyatakan non-reaktif.

Dalam menangani Covid-19, Pemprov DKI Jakarta juga membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi Covid-19 dalam program kolaborasi sosial berskala besar atau KSBB di bulan Ramadan ini. Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Pemberian bantuan melalui situs corona.jakarta.go.id/ksbb.

Sejak 24 April 2020 hingga 21 Mei 2020 pukul 14.00, Pokja KSBB telah mengumpulkan komitmen untuk 283.725 Paket Sembako, 122.068 Paket Makan Siap Saji, 20.940 Paket Lebaran, dan 852 paket THR untuk warga-warga yang rentan secara ekonomi di tingkat RW. Berdasarkan kompilasi data komitmen yang masuk disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing RW, maka data keterpenuhan kebutuhan RW, pada minggu ke-4 Ramadan per 21 Mei, terdapat 123 RW yang telah terpenuhi kebutuhannya dari total 181 RW menerima bantuan KSBB.

Pokja KSBB juga telah menerima komitmen bantuan dari berbagai kalangan, yang saat ini terdapat 94 donatur perusahaan/kelompok dan 9 donatur perseorangan. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs corona.jakarta.go.id/ksbb



Sumber: BeritaSatu.com