Jelang Malam Takbiran, Lalin Kota Bogor Lengang

Jelang Malam Takbiran, Lalin Kota Bogor Lengang
Lalu lintas di Jalan Kapten Muslihat area Stasiun Bogor, Kota Bogor tampak lengang, Sabtu (23/5/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / JAS Sabtu, 23 Mei 2020 | 16:34 WIB

Bogor, Beritasatu – Beberapa jam sebelum perayaan malam takbiran atau menjelang Hari Raya Idulfitri, lalu lintas di Kota Bogor tampak lengang. Tidak ada penumpukan antrean kendaraan pun di sekitar pusat perbelanjaan atau stasiun.

Pantauan Beritasatu.com, Sabtu (23/5/2020), sekitar pukul 16.00 WIB, lalu lintas seputar Kebun Raya Bogor seperti Jalan Ir H Djuanda, Jalak Harupat, Sudirman, Padjadjaran, dan Jalan Otista tampak lengang. Pengendara yang melintas di jalan-jalan tersebut bisa memacu kendaraannya dengan kecepatan di atas 40 kilometer/jam.

Begitu juga di sekitar pusat perbelanjaan BTM, Botani, Lippo Keboen Raya lalu Jalan Kapten Muslihat sekitar Stasiun Bogor juga terlihat lengang.

Jalan Merdeka yang terakses dengan Pasar Anyar dan Jalan Soleh Iskandar yang biasanya padat juga tampak lancar tanpa hambatan.

Seorang pengemudi angkot 03 Baranangsiang-Bubulak Andy (43) menuturkan, situasi ini tidak seperti biasanya menjelang malam Idlfitri. Kata dia, situasi jalan sepi ini berlangsung sejak Sabtu (23/5/2020) pagi.

“Kalo malam takbiran tahun lalu, di BTM hingga Jembatan Merah (stasiun) sudah pasti padat. Penumpang banyak. Hari ini, penumpang sepi, angkot saya lebih sering ngetem daripada muter,” kata Andy.

Kata dia, berkaca tahun lalu, kepadatan lalu lintas Kota Bogor juga dikarenakan maraknya pedagang kaki lima di sepanjang jalan seperti Jalan Kapten Muslihat atau Merdeka.

“Ini PKL aja pada enggak ada. Semua udah diusir-usirin sama Pol PP,” tambah Andy.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan tidak ada kegiatan takbir keliling. Pemerintah mengimbau agar malam takbiran dilakukan di masjid atau musala dengan penerapan protokol kesehatan.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, imbauan itu merupakan keputusan bersama Forkominda, MUI, Dewan Masjid, dan Kemag Kota Bogor. Keputusan bersama itu ditandatangani pada 19 Mei 2020.

"Kami sepakat, tidak melakukan takbir di jalan raya atau takbir berjalan keliling, dan mengumpulkan masa," kata Dedie, Jumat (22/5/2020).

Kata dia, mengumandangkan takbir dapat dilakukan di rumah masing-masing. Dapat juga dilakukan di masjid atau musala oleh pengurus takmir dengan menerapkan protokol atau melalui media elektronik dan media digital lainnya.

"Untuk mengawasi itu, seluruh petugas akan penuh menerapkan di 11 pos pemeriksaan PSBB," tambah Dedie.



Sumber: BeritaSatu.com