DMI Jakarta Kembali Ingatkan Warga Tidak Takbir Keliling dan Salat Id di Rumah

DMI Jakarta Kembali Ingatkan Warga Tidak Takbir Keliling dan Salat Id di Rumah
Warga dengan suka ria menyalakan kembang api dan menabuh bedug, memeriahkan malam takbiran di sepanjang Jalan Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis 14 Juni 2018 malam. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Yustinus Paat / JAS Sabtu, 23 Mei 2020 | 18:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk wilayah DKI Jakarta KH Ma'mun Al-Ayyubi kembali mengingatkan warga DKI Jakarta untuk tidak takbiran keliling dan melakukan Salat Idulfitri di rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Jakarta.

“Seruan tertulis kan sudah, dengan Pak gubernur juga sudah diserukan, bahwa Salat Idulfitri di rumah, takbiran boleh di masjid sesuai protokol Covid-19,” ujar Ma’mun saat dihubungi, Sabtu (23/5/2020).

Dia mengimbau warga DKI untuk mematuhi ketentuan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah diperpanjang oleh Pemprov DKI hingga 4 Juni mendatang. Kepatuhan ini, kata dia merupakan wujud kepercayaan kepada pemerintah dan upaya untuk saling melindungi satu sama lainnya.

“Mari sama-sama aturan PSBB kita taati, patuhi kalau PSBB ini diperpanjang sampai 4 juni, percayalah bahwa pemerintah itu mengeluarkan peraturan dengan tujuan untuk keselamatan bersama,” tandas dia.

Berdasarkan laporan Satgas DMI di 3.700 masjid di Jakarta, kata Ma’mun, belum ada masjid yang akan melakukan Salat Id di masjid. Beberapa pengurus masjid, kata dia, telah berkonsultasi dengan DMI terkait pelaksanaan malam takbiran dan Salat Id. Setelah diberikan pemahaman, akhirnya mereka sepakat tidak melakukan Salat Id di masjid dan melakukan takbiran sesuai dengan protokol kesehatan.

“Intinya mereka terima. Kita imbau apalagi kita kemarin sudah bersama dengan Pak Gubernur dengan MUI, mereka paham-lah,” tandas dia.

Terkait pengawasan dan sanksi, Ma’mun menyerahkan sepenuhnya kepada Pemprov DKI yang dibantu aparat kepolisian dan TNI. MUI dan DMI, kata dia, telah memberikan imbauan agar Salat Id di rumah dan tidak ada takbiran keliling dan dia yakin pemprov dan aparat keamanan sudah melakukan pendekatan-pendekatan untuk memastikan warga takbiran dan Salat Id di rumah.

“Kita dan MUI hanya sekadar seruan, imbauan, kalau sanksi adanya di aparat (dan Pemprov DKI). Mudah-mudahan enggak ada yang kena sanksi,” pungkas dia. 



Sumber: BeritaSatu.com