Upaya Polri Gagalkan Peredaran Sabu Hampir 1 Ton Diapresiasi

Upaya Polri Gagalkan Peredaran Sabu Hampir 1 Ton Diapresiasi
Ilustrasi sabu-sabu. (Foto: Antara/Jojon)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 24 Mei 2020 | 05:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi kinerja Satgassus Polri dan Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowoyang yang berhasil mengamankan narkotika jenis sabu hampir 1 ton asal Iran dari jaringan pengedar internasional di Serang, Banten. Keberhasilan ini semakin membuat anak bangsa terbebas dari jerat narkoba.

"Salut untuk Polri. Pandemi Covid-19 rupaya tak menjadi halangan bagi para kriminal melancarkan aksi kejahatan. Mereka mungkin mengira Polri tak bisa mengendus lantaran disibukkan dengan Covid-19. Mereka lupa, personel Polri telah dilatih sigap bekerja dalam kondisi apa pun. Covid-19 bukan halangan bagi Polri dalam menegakan hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (24/5/20).

Melalui kasus tersebut, mantan Ketua Komisi III DPR RI ini mendorong Polri untuk mengembangkan lebih jauh jaringan internasional peredaran narkoba yang beroperasi di Indonesia. Sehingga bisa mendeteksi dan menangkap para bandar dan pengedar lainnya.

Baca juga: Polisi Tangkap Penyelundup 800 Kg Sabu dari Timteng

Seperti diketahui Satgasus Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang penyimpanan sabu seberat hampir 1 ton di Kampung Kepandean Got, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Sabtu (23/5/20).

Sabu dibungkus menggunakan plastik bening dan disimpan di dalam ratusan boks. Selain berhasil mengamankan barang bukti sabu, polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku yakni BA asal Pakistan dan AS asal Yaman.

"Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa ditambah kondisi geografis negara kepulauan menjadi pangsa pasar menggiurkan bagi para bandar dan pengedar narkoba. Polri tak boleh membiarkan mereka berpesta pora di negeri ini. Pengungkapan peredaran narkoba yang hampir 1 ton ini setara dengan menyelamatkan generasi muda sebanyak 3.284.000 jiwa orang," tutur Bamsoet.

Dia menambahkan, masih tingginya pasokan narkoba ke Indonesia juga disebabkan tingginya permintaan. "Butuh kerja sama dari masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran narkoba. Khususnya edukasi di tingkat keluarga. Jika setiap keluarga bisa menjadi benteng bagi para anggota keluarganya, niscaya mau sehebat apa pun bandar beroperasi, akhirnya mereka akan angkat kaki. Lantaran narkoba tak laku oleh anak bangsa," pungkas Bamsoet.



Sumber: BeritaSatu.com