Pabrik Sepatu Nike di Tangerang Tutup Akibat Covid-19

Pabrik Sepatu Nike di Tangerang Tutup Akibat Covid-19
Ilustrasi PHK (Foto: Istimewa)
Chairul Fikri / JAS Senin, 25 Mei 2020 | 17:20 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Produsen sepatu merek Nike, PT Victory Chingluh Indonesia, yang terletak di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang akhirnya tak mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Perusahaan ini melakukan PHK massal kepada 4.985 karyawannya.

Hal tersebut menambah panjang daftar perusahaan yang harus gulung tikar di massa pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Tangerang. Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Hendra saat dihubungi media, Senin (25/5/2020).

"PT Victory Chingluh Indonesia yang melakukan PHK terhadap 4.985 pekerjanya menjadi perusahaan ke-10 yang harus tumbang di masa Pandemi Covid-19. Mereka melakukan PHK massal karena anjloknya permintaan pasar terhadap kebutuhan sepatu Nike di pasaran. Mereka sudah menjelaskannya kepada kami tentang alasan tutup dan dihadiri oleh serikat pekerjanya juga," ungkap Hendra.

Ditambahkan Hendra, meski akhirnya harus gulung tikar, namun pihak perusahaan tetap mengupayakan pembayaran pesangon dan tunjangan hari raya (THR) kepada pekerjanya.

"Berdasarkan data kita, mereka telah menyepakati pemberian pesangon kepada karyawan dan mereka berusaha menaati peraturan sesuai dengan ketentuan Kementerian Tenaga Kerja. Dan mereka juga telah menyelesaikan pemberian THR kepada karyawannya. Dan saat mediasi kemarin, mereka memang mengakui ini merupakan keputusan berat, dan kami dari Disnaker memaklumi alasannya tersebut," tambahnya.

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang sendiri sampai saat ini mendata ada 10 perusahaan yang harus tutup imbas Covid-19. Ke-10 perusahaan tersebut meliputi perusahaan yang bergerak dalam bidang industri berat seperti pabrik plastik, pabrik sepatu, hingga restoran.

Rata-rata perusahaan di wilayah yang tutup di Kabupaten Tangerang karena anjloknya permintaan pasar serta kekurangan modal.



Sumber: BeritaSatu.com