Lebaran, Kualitas Udara Ibu Kota Kian Membaik

Lebaran, Kualitas Udara Ibu Kota Kian Membaik
Foto udara suasana kawasan Bundaran Senayan di Jakarta, Minggu (24/5/2020). Sejumlah jalan protokol Ibu kota terpantau lancar saat Hari Raya Idulfitri. (Foto: ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A)
Yustinus Paat / JAS Senin, 25 Mei 2020 | 22:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Libur Idulfitri membuat kualitas udara Jakarta semakin membaik. Jika sebelumnya kualitas udara Ibu Kota telah menunjukan tren membaik selama penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), selama libur Hari Raya data menunjukan kualitas udara semakin baik lagi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih memaparkan, saat hari H Idulfitri 2020 pada Minggu (24/5/2020), konsentrasi PM2,5 di semua lokasi pemantauan kualitas udara menunjukkan angka penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Secara keseluruhan rata-rata PM2,5 sebelum dan saat Idulfitri memenuhi baku mutu PM2,5 (<65 ug/m3).

“Sedangkan, konsentrasi CO menjelang dan saat Idulfitri 2020 menunjukkan angka yang relatif kecil karena sumber utama CO dari sektor transportasi sudah berkurang sejak diterapkannya PSBB, sehingga konsentrasi CO sangat rendah dan memenuhi Baku Mutu (< 9 ug/m3),” kata Andono, Senin (25/5/2020).

Andono juga mengungkapkan, kecenderungan selama lima tahun terakhir selama menjelang Idulfitri dan libur Lebaran konsisten menunjukkan penurunan konsentrasi polutan untuk parameter PM2,5, CO, NO2, SO2 dan O3, namun tahun ini penurunan konsentrasi pencemar udara makin tinggi lagi.

“Disimpulkan, kualitas udara Lebaran 2020 paling baik dibandingkan Lebaran lima tahun ke belakang,” katanya.

Jika dibandingkan dengan Lebaran tahun 2019, ungkap Andono, konsentrasi PM10, PM2,5, CO, NO2, SO2 dan O3 Idul Fitri 2020 mengalami penurunan, yaitu sebesar 28% (PM2,5), 23% (PM10), 8% (CO), 13% (NO2), 4% (SO2) dan 41% (O3).

Warga juga mengabadikan langit biru Ibu Kota di beberapa lokasi dan menggungahnya ke media sosial.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan pemantauan di 6 (enam) Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) miliknya, yaitu di Bundaran HI (DKI-1), Jakarta Pusat peruntukan roadside; Kelapa Gading (DKI-2), Jakarta Utara peruntukan pemukiman; Jagakarsa (DKI-3), Jakarta Selatan peruntukan pemukiman; Lubang Buaya (DKI-4), Jakarta Timur peruntukan pemukiman; Kebon Jeruk (DKI-5), Jakarta Barat peruntukan pemukiman; dan 3 unit SPKU mobile. 



Sumber: BeritaSatu.com