Hari Pertama Lebaran, Pemprov DKI Hanya Tes PCR 402 Orang

Hari Pertama Lebaran, Pemprov DKI Hanya Tes PCR 402 Orang
Ilustrasi "swab test". (Foto: Antara)
Yustinus Paat / JAS Senin, 25 Mei 2020 | 22:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemprov DKI Jakarta melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) atau tes swab pada hari pertama Lebaran, 24 Mei 2020 hanya kepada 402 orang. Jumlah ini terhitung sedikit jika dibandingkan pada hari-hari sebelumnya di bulan Mei 2020 yang rata-rata tes PCR dilakukan kepada 2.000 hingga 4.000 lebih orang.

“Pada 24 Mei 2020, dilakukan tes PCR pada 402 orang, 345 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 67 positif dan 278 negatif,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati di Jakarta, Senin (25/5/2020).

Pada bulan Mei, tes PCR terbanyak dilakukan pada 22 Mei terhadap 4.385 orang dengan diagnosis pada kasus baru sebanyak 1.496 dan hasil 127 orang positif dan 1.369 negatif. Selain itu, tes PCR terbanyak juga terjadi pada 12 Mei 2020 terhadap 4.286 orang dengan diagnosis kasus baru sebanyak 1.564 dengan hasil 134 orang positif dan 1.430 orang negatif.

Selain 24 Mei 2020, tes PCR paling sedikit di bulan Mei 2020 terjadi pada 3 Mei 2020 terhadap 1.595 dengan diagnosis kasus baru sebanyak 865 dan hasilnya 55 orang positif dan 810 negatif.

“Secara kumulatif, pemeriksaan PCR telah dilakukan di DKI Jakarta, sampai dengan 24 Mei 2020 sebanyak 130.912 sampel,” ungkap Ani.

Ani tidak menerangkan lebih jauh penyebab tes PCR ini dilakukan pada sedikit orang pada 24 Mei. Bisa jadi hal ini disebabkan karena tanggal 24 Mei tersebut merupakan hari pertama Lebaran sehingga sebagian SDM laboratorium libur dan orang yang akan dites juga lebih memilih libur.

Lebih lanjut, Ani mengatakan, Pemprov DKI juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun laboratorium satelit Covid-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring dengan 36 laboratorium pemeriksa Covid-19.

Rapid test juga masih dilakukan di 6 wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Total sebanyak 115.862 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4 persen, dengan rincian 4.439 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan 111.423 orang dinyatakan non-reaktif,” terang dia.

Ani juga menuturkan total jumlah orang positif Covid-19 di Jakarta per 25 Mei 2020 sebanyak 6.628 orang dengan rincian sebanyak 1.648 orang dinyatakan telah sembuh, 506 orang telah meninggal dunia, 2.044 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.430 orang melakukan self isolation di rumah.

“Untuk orang tanpa gejala atau OTG sebanyak 14.672 orang, orang dalam pemantauan atau ODP berjumlah 12.608 orang, dan pasien dalam pengawasan atau PDP sebanyak 8.987 orang,” pungkas Ani.



Sumber: BeritaSatu.com