Anies: Penularan Covid-19 Selama Lebaran Terlihat 14 Hari ke Depan

Anies: Penularan Covid-19 Selama Lebaran Terlihat 14 Hari ke Depan
Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)
Yustinus Paat / WBP Selasa, 26 Mei 2020 | 13:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan cara mengetahui masif atau tidaknya penularan virus corona (Covid-19) di Jakarta selama Lebaran. Menurut Anies, penularan salema Idulfitri ini tidak bisa diketahui langsung hari ini, tetapi membutuhkan waktu 10 sampai 14 hari ke depan.

"Kalau hari ini masyarakat pada keluar, pada berinteraksi, tidak muncul di datanya besok, tetapi muncul data 10 atau 14 hari kemudian," ujar Anies beberapa hari lalu.

Baca juga: RS Darurat Wisma Atlet Masih Rawat 892 Pasien Positif Covid-19

Anies mencontohkan, jika orang tertular Covid-19 hari ini, maka gejalanya baru diketahui atau muncul 5 atau 6 hari mendatang. Kemudian, kata Anies, yang bersangkutan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan dan didiagnosa dengan hasil kemungkinan terjangkit Covid-19.

"Diperiksa, diambil sampelnya masuk ke laboratorium, ada antrean di situ, lalu ke luar hasilnya. Proses pnegetesan dari antrean sampai masuk, dua hari atau tiga hari. Dari situ kemudian diumumkan bahwa ada tambah kasus baru Covid-19," terang dia.

Baca juga: Panglima TNI: Pendisiplinan Protokol Kesehatan Akan Dilakukan Bertahap

Termasuk, lanjut Anies, data kasus Covid-19 yang diumumkan hari ini, bukan data-data sehari sebelumnya. "Harus kita sadari kalau data diumumkan hari ini bukan hari ini penularannya. Itu berarti penularannya sekitar 10 sampai 14 hari yang lalu," pungkas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com