PSBB Bogor Diperpanjang Hingga 4 Juni

PSBB Bogor Diperpanjang Hingga 4 Juni
Wali Kota Bogor Bima Arya menginstruksikan penutupan kepada sejumlah toko yang masih beroperasi di luar delapan bidang dikecualikan di Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, Selasa (28/4/2020). (Foto: Beritasatu/Vento Saudale)
Vento Saudale / CAH Selasa, 26 Mei 2020 | 20:00 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Bogor resmi berakhir hari ini, Selasa (26/5/2020) tepat pukul 00.00 WIB. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperpanjang PSBB sementara selama satu pekan hingga sampai 4 Juni 2020.

Wali Kota Bogor Bima Arya menuturkan, selama perpanjangan satu pekan masa PSBB. Pemkot Bogor akan merumuskan formulasi penerapan pascaPSBB berkaitan dengan fase tatanan baru (new normal).

Bima menjelaskan, dirinya sudah mengundang berbagai macam pihak untuk menerima masukan, termasuk formula bagaimana penerapan pasca berakhirnya PSBB di Kota Bogor.

Baca JugaSuasana Kota Bogor Lengang, Peziarah Sepi

“Kami sudah berkonsultasi dengan gubernur dan pemkot diberikan kewenangan untuk menyesuaikan. Sehingga kita putuskan untuk memperpanjang menyesuaikan masa PSBB DKI Jakarta 4 Juni 2020,” katanya, Selasa (26/5/2020).

Meski demikian, Pemkot Bogor akan melakukan pengetatan diprotokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di Kota Bogor. Sehingga, akan ada langkah-langkah yang disiapkan ke depan bagaimana regulasinya.

“Terlepas secara administratif dan legalnya, tapi protokol kesehatan diperkuat, wilayah diperkuat, protokol ke depan menitikberatkan per wilayah. Harus dikuatkan untuk sistem isolasi warga, pendataan warga, logistik untuk warga, dapur umumnya, kemudian perhatian khusus untuk lansia,” ucapnya.

Baca JugaPemkot Bogor Tindak 1.502 Pelanggar PSSB dan Setor Rp 22 Juta ke Kas Daerah

Selain itu, Bima meminta masjid-masjid berperan aktif dalam melakukan edukasi, dan memberikan pemahaman kepada warga agar dapat selalu mengikuti protokol Covid-19, agar Kota Bogor semakin dapat menekan penyebaran virus.

Dalam tahap penyesuaian selama sepekan ke depan, pemkot juga memberikan izin untuk toko non-pangan, mal dan restoran dengan sejumlah persyaratan. Pertama diberlakukan protokol secara ketat dan pembatasan-pembatasan.

“Misalnya restoran, wajib berlakukan protokol kesehatan ditambah pembatasan kapasitas. Jadi kapasitas pengunjung tidak boleh penuh,” kata Bima.

Bima juga mewanti-wanti agar penyebaran Covid-19 lebih diperketat pun secara angka data kurva sudah melandai, dan penularan diinternal relatif bisa dikendalikan. Instruksi ini, khusus bagi pemudik atau orang yang akan masuk ke Kota Bogor.

“Untuk itu, saya minta mulai dari camat hingga RT agar terus memantau warga yang keluar-masuk dan melakukan pendataan pada masa-masa kritis harus balik ke Bogor (mudik), kita pantau terus,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com