PSBB Transisi, Kota Bogor Perbolehkan Toko Nonpangan dan Restoran Buka

PSBB Transisi, Kota Bogor Perbolehkan Toko Nonpangan dan Restoran Buka
Seorang petugas nampak menyetop pengendara yang tidak menggunakan masker di Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor, Jumat, 17 April 2020. (Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale)
Vento Saudale / BW Rabu, 27 Mei 2020 | 09:32 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Bogor menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi menuju tatanan baru (new normal) yang berlaku hari ini, Rabu (27/5/2020) hingga hingga 4 Juni 2020. Pada masa transisi, toko nonpangan dan restoran diperbolahkan buka dengan ketentuan.

Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan, berbeda dari PSBB tahap I, II, dan III, PSBB transisi dilakukan dengan beberapa penyesuaian. Restoran, pasar, dan toko-toko nonpangan (pakaian, sepatu, bengkel, dll) diizinkan beroperasi, dengan catatan diberlakukan protokol kesehatan.

Dalam tahap penyesuaian selama sepekan ke depan, Pemkot Bogor juga memberikan izin untuk toko nonpangan, mal, dan restoran dengan sejumlah persyaratan. Pertama diberlakukan protokol secara ketat dan pembatasan-pembatasan.

“Misalnya restoran, wajib berlakukan protokol kesehatan ditambah pembatasan kapasitas. Jadi kapasitas pengunjung tidak boleh penuh. Karena itu, peraturan wali kota tentang PSBB akan direvisi dan ditetapkan supaya bisa menjadi panduan satpol PP dan dinas perhubungan,” ujar Bima.

Meski demikian, Pemkot Bogor belum memberikan izin kepada mal untuk beroperasi pada massa PSBB transisi. Bima menegaskan, apabila ada pelanggaran, tetap akan diberlakukan sanksi sesuai aturan.

“Apabila ada toko dan resto yang kemudian beroperasi dengan kapasitas penuh serta tidak ada protokol kesehatan, tentu akan ada tindakan-tindakan penerapan sanksi berdasarkan perwali yang telah direvisi nanti,” tegasnya.

Bima juga telah memerintahkan kepada para camat dan lurah berkomunikasi dengan seluruh tokoh-tokoh untuk mengaktivasi masjid.

“Masjid-masjid harus diaktivasi sebagai pusat edukasi dan juga lumbung pangan atau logistik,” tandasnya



Sumber: BeritaSatu.com