R0 Covid-19 DKI Dibawah 1, Jokowi Minta Arus Balik Dikendalikan

R0 Covid-19 DKI Dibawah 1, Jokowi Minta Arus Balik Dikendalikan
Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (kanan) serta Gubernur Jabar Ridwan Kamil (kiri) meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2020). (Foto: Antara / Fakhri Hermansyah)
Novy Lumanauw/Lenny Tambun / HS Rabu, 27 Mei 2020 | 13:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan arus balik Lebaran harus segera dikendalikan agar tidak terjadi gelombang kedua penularan virus corona atau Covid-19, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Berkaitan dengan pengendalian arus balik, ini penting kita kendalikan. Agar tidak terjadi sirkulasi bolak balik dalam penyebaran virus yang berpotensi memunculkan gelombang yang kedua, utamanya di wilayah Jabodetabek,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) tentang percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Apalagi Jokowi telah melihat data terakhir terkait kasus positif di DKI Jakarta yang sudah menunjukkan tren penurunan. Baik dilihat dari angka reproduksi (R0) dan angka reproduksi efektif (Rt) sudah dibawah angka satu.

“Karena saya melihat data terakhir tadi pagi tren untuk R0 maupun Rt dari DKI Jakarta sudah di bahwa 1,” ujar Jokowi.

Kondisi seperti ini, lanjutnya, harus tetap dipertahankan bahkan ditekah jumlahnya hingga R0 dan Rt Covid-19 di DKI Jakarta dapat lebih diturunkan lagi. Salah satunya dengan mengendalikan arus balik Lebaran ke Kota Jakarta. Karena dikhawatirkan para pemudik yang kembali ke Jakarta bisa membawa virus corona, apalagi bila mereka membawa pendatang baru ke Jakarta.

“Sehingga ini perlu terus kita tekan agar lebih turun lagi,” tegas Jokowi.

Seperti diketahui, jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta per Selasa (26/5/2020), mencapai 6.798 orang. Dari jumlah tersebut, yang dinyatakan sudah sembuh sebanyak 1.668 orang dan meninggal dunia 501 orang. Sedangkan sisanya, 4.629 orang masih dalam perawatan di rumah sakit.



Sumber: BeritaSatu.com