SIKM Sulit Diakses, Ini Penjelasan Pemprov DKI

SIKM Sulit Diakses, Ini Penjelasan Pemprov DKI
Petugas gabungan melakukan pengecekan SIKM kepada pengendara roda dua di pos pemeriksaan yang memasuki perbatasan DKI Jakarta, Kalimalang Lampiri, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / BW Rabu, 27 Mei 2020 | 23:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta merespons pengaduan masyarakat terkait sulit diaksesnya sistem perizinan surat izin keluar masuk (SIKM) di DKI pada laman https://corona.jakarta.go.id/id/izin-keluar-masuk-jakarta.

Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyempurnaan sistem JakEVO atau pemuktahiran (system update).

Menurut Benni, pemuktahiran ini dilakukan dalam rangka penyesuaian dengan perkembangan terakhir terkait peraturan perundangan yang berlaku, dan penambahan fitur yang memberikan kemudahan serta keamanan kepada pemohon.

“Sejak Selasa kemarin, kami tengah melakukan penyempurnaan sistem perizinan JakEVO. Hal tersebut kami lakukan karena ada penambahan modul dan penambahan fitur pada laman tersebut, untuk makin memudahkan pemohon dalam mengajukan perizinan dan nonperizinan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pemohon. Namun, untuk saat ini pengajuan perizinan SIKM sudah dapat diajukan kembali,” ujar Benni dalam keterangannya, Rabu (27/5/2020).

Kendati sempat mengalami gangguan pada sistem, Benni meyakinkan, proses perizinan daring JakEVO dapat tetap diselesaikam sesuai dengan estimasi waktu penyelesaian yang telah ditentukan. Dengan catatan, ujarnya, pemohon menyampaikan seluruh berkas persyaratan dengan benar dan lengkap pada saat mengajukan perizinan dan nonperizinan.

“Kami imbau kepada pemohon perizinan SIKM untuk mengirimkan surat elektronik dengan melampirkan formulir, dan surat pernyataan yang telah dilengkapi disertai berkas persyaratan yang dibutuhkan, ke alamat email sikm@jakarta.go.id,” tutur Benni.

Benni menerangkan, pemohon perizinan SIKM memiliki keunikan tersendiri dari pemohon perizinan dan nonperizinan lainnya yang kerap diproses melalui JakEVO.

Untuk itu, guna memastikan JakEVO tetap efisien dan aman dalam memberikan pelayanan daring perizinan/nonperizinan, maka tiap permohonan yang masuk akan diinput oleh petugas ke dalam sistem JakEVO.

“Petugas akan melakukan penginputan permohonan perizinan SIKM ke sistem JakEVO,” tandas Benni.

Kebijakan ini, kata Benni, juga dapat mengakomodasi berbagai keluhan pemohon perizinan SIKM yang kerap disampaikan, salah satunya mengenai kesulitan memahami penggunaan teknologi informasi saat menginput formulir pada sistem JakEVO.

Pasalnya pemohon perizinan SIKM sangat beragam, bukan saja berasal dari wilayah DKI Jakarta melainkan juga dari berbagai kota/kabupaten di Indonesia. Bahkan ada pemohon yang mengakses perizinan SIKM dari luar negeri.

“Melalui komitmen amanah, dedikasi sepenuh hati kami melakukan asistensi perizinan SIKM, mulai dari berkas permohonan diajukan sampai dengan dokumen izin diterbitkan (end to end process),” ujar Benni.

Lebih lanjut Benni menyampaikan, petugas akan segera melakukan penelitian administrasi dan penelitian teknis perizinan SIKM, kemudian mencetak dokumen izin yang disetujui atau ditolak. Dokumen izin yang sudah terenskripsi secara elektronik, kata dia, disertai QR Code akan dikirimkan melalui surat elektronik ke alamat email pemohon. Jika persyaratan dinyatakan benar dan lengkap maka estimasi waktu penyelesasian (ETA) permohonan perizinan SIKM dapat dilakukan dalam waktu satu hari kerja.

“Kami terus memastikan laman JakEVO tetap efisien dan aman dalam memberikan pelayanan daring perizinan dan nonperizinan di Jakarta,” pungkas Benni.



Sumber: BeritaSatu.com