Kaji New Normal, Pelayanan STNK dan SIM Masih Ditutup

Kaji New Normal, Pelayanan STNK dan SIM Masih Ditutup
Pengunjung LTC Glodok sedang melakukan perpanjangan SIM di layanan SIM & STNK Keliling di parkir depan LTC Glodok, Jakarta, (17/10) (Foto: Istimewa / Mashud Toarik)
Farouk Arnaz / HS Kamis, 28 Mei 2020 | 15:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Korlantas Polri masih menutup pelayanan publik seperti pembuatan surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK), dan atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Pelayanan akan ditutup sampai 29 Juni 2020 untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Hal ini dikatakan Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan melalui saluran media sosial Polri Kamis (28/5/) mengutip keputusan Kapolri Jenderal Idham Azis melalui ST Kapolri No. 1473 tanggal 18 Mei 2020.
“Sampai dengan saat ini, pelayanan SIM, STNK dan BPKB masih ditutup untuk publik selama pandemi Covid-19 sesuai ST Kapolri No. 1473 tanggal 18 Mei 2020, penutupan pelayanan dilanjutkan hingga 29 Juni 2020,” kata Ahmad.
Korlantas Polri masih melakukan kajian apakah pelayanan publik dapat dibuka kembali seiring konsep new normal yang hendak diberlakukan pemerintah.
“Korlantas Polri masih melakukan pengkajian tentang pelayanan publik dalam penerbitan SIM, STNK, dan BPKB yang adaptif dengan konsep new normal dari pemerintah,” tambahnya.
Seperti diberitakan Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kepada jajaran Kementerian/Lembaga serta TNI-Polri untuk mensosialisasikan penuh penerapan new normal.
Penerapan new normal itu kelak akan diberlakukan di 4 Provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo serta 25 Kabupaten/Kota.



Sumber: BeritaSatu.com