Kota Bogor Uji Coba Kegiatan Pendidikan dan Keagamaan

Kota Bogor Uji Coba Kegiatan Pendidikan dan Keagamaan
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menujukan surat edaran penghentian sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) di sela-sela acara kerja bakti pencegahan penyebaran virus corona di Stasiun Besar Bogor, Minggu, (15/3). (Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale)
Vento Saudale / FER Kamis, 28 Mei 2020 | 23:06 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Bogor) mulai lakukan penyesuaian terkait tatanan normal baru (new normal) khususnya bagi kegiatan pendidikan dan keagamaan. Pun demikian, pemkot masih menunggu hasil rasio penularan (reproductive number) dari 61 sampel yang belum diketahui.

Baca Juga: Pemkot Bogor Longgarkan PSBB

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dalam keterangannya menuturkan, sejauh ini kurva penularan Covid-19 di Kota Bogor cenderung stagnan atau tidak ada penambahan, dari 292 swab test yang dilakukan sejak 14 Mei lalu hasilnya negatif.

"Sisa 61 sampel lagi dan akan keluar pada minggu ini. Artinya bila rasio penularannya masih di bawah 1, maka Kota Bogor akan memasuki masa new normal yang akan dimulai pada 4 Juni nanti,” kata Didie, Kamis (28/5/2020).

Pada masa transisi ini, pemkot tengah memformulasikan untuk sektor peribadatan dan pendidikan. Dedie menilai, dua kegiatan ini yang menunjang suksesnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dari delapan sektor yang dikecualikan.

"Mulai besok kita uji coba lakukan salat Jumat berjemaah, itu pun berlaku hanya di masjid pemukiman. Untuk masjid raya belum dilakukan. Begitu pun dengan sistem kegiatan belajar mengajar (KBM), akan kita coba dengan sistem pembatasan ruang kelas dan masuk sekolah,” kata Dedie.

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 di Kota Bogor Bertambah

Secara teknis, Dedie menjelaskan, KBM akan disesuaikan dengan protokol kesehatan. Kegiatan belajar mengajar akan mulai dilakukan Juli, dimana proses pembelajaran diprioritaskan bagi tingkat sekolah atas/SMK, sekolah menengah, dan sekolah dasar untuk kelas empat, lima, dan enam.

“Untuk PAUD dan SD kelas 1 hingga kelas 3 kita pertimbangkan menunggu situasi aman. Usulan itu baru kita rumuskan,” paparnya.

Terkait durasi KBM tidak lagi sehari, tetapi maksimal dilakukan empat jam, dengan kapasitas setiap ruang kelas hanya berisi 20 murid. Sedangkan waktu sekolah tidak enam hari sekolah, bisa dilakukan tiga hari sekolah dan sisanya belajar dari rumah.

Baca Juga: Zona Merah Covid-19 di Bogor Meluas ke Leuwiliang

“Setiap ruang kelas juga wajib mematuhi protokol kesehatan, harus dilakukan penyemprotan disinfektan berkala, sediakan antiseptik, dan alat cuci tangan,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com