Gubernur dan Wagub DKI Tinjau Kesiapan Hadapi Transisi Kenormalan Baru

Gubernur dan Wagub DKI Tinjau Kesiapan Hadapi Transisi Kenormalan Baru
Yustinus Paat / FMB Jumat, 29 Mei 2020 | 12:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mulai melakukan pengecekan kesiapan fasilitas kesehatan hingga level kelurahan jika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir 4 Juni 2020 mendatang. Salah satu yang dikunjungi adalah Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (29/5/202).

Dalam kunjungan tersebut, Anies mengatakan jika PSBB berakhir dan tidak dilanjutkan, maka masyarakat akan memasuki masa transisi. Dalam masa transisi, kata dia, masyarakat boleh berkegiatan di luar tetapi masih terbatas.

"Jadi pagi ini saya dan Pak Wagub meninjau kesiapan puskesmas di Kecamatan Kramat Jati. Kita menyadari bahwa ini adalah pekan penentuan apakah pembatasan sosial akan diteruskan atau dituntaskan. Bila dituntaskan artinya kita mulai masuk masa transisi, di masa transisi ini masyarakat mulai berkegiatan di luar meskipun masih terbatas,” ujar Anies usai melakukan peninjauan.

Menurut Anies, konsekuensi dari tuntasnya masa PSBB ini berupa dimulainya kembali berbagai interaksi, termasuk interaksi langsung antar orang yang merupakan salah satu penyebab penyebaran virus Covid-19. Hal tersebut yang mendasari Anies untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis.

“Kita tahu virusnya menular lewat interaksi, bila ada yang terpapar maka beban terbesar yang akan menghadapi adalah jajaran tim kesehatan. Jadi kalau menjelang masa transisi yang harus dicek adalah fasilitas kesehatan, kalau tempat-tempat lain yang mereka alami hanya tambah pengunjung. Kalau fasilitas kesehatan harus bersiap untuk menyembuhkan mereka yang terpapar dan memiliki keluhan kesehatan,” terang Anies.

Berdasarkan peninjauan di Puskesmas Kramat Jati, Anies memastikan bahwa DKI Jakarta telah memiliki fasilitas kesehatan yang memadai hingga tingkat Puskesmas. “Jadi saya tadi, kami lihat di Kramat Jati, Tenaga medisnya siap, fasilitasnya siap, bahkan APD sudah disiapkan lebih dari 2000. Alhamdulillah dari sini nampak bahwa fasilitas kesehatan Jakarta siap dan insyaallah bila nanti ternyata ini (PSBB) penghabisan kita mulai transisi, maka pertahanan kesehatannya sudah disiapkan,” ungkap dia.

Sementara itu Kepala Puskesmas Kramat Jati, Inda Mutiara, menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan seluruh kebutuhan kesehatan mulai dari logistik hingga sumber daya manusia untuk masa pandemi sejak bulan Januari. Serta menyiapkan berbagai langkah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Kami di Puskesmas Kramat Jati sudah menyiapkan sekitar bulan Januari begitu ada edaran dari Dinkes. Alhamdulilah sampai saat ini berkat dukungan seluruh pihak kami bisa melaksanakan tugas dari mulai menepis dan mengedukasi warga seperti membiasakan warga cuci tangan dan memakai masker. Jadi penepisan pasien yang batuk demam kita sudah mulai dari pintu depan puskesmas, ketersediaan APD juga sudah siap karena tanpa itu kita seperti perang tapi tidak membawa senjata. Nanti akhirnya petugas kita yang harusnya menyembuhkan malah terdampak,” pungkas Inda. 



Sumber: BeritaSatu.com