Arus Balik di Pulo Gebang dan Gambir Sepi

Arus Balik di Pulo Gebang dan Gambir Sepi
Suasana lengang di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin, 11 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Carlos Roy Fajarta / WBP Jumat, 29 Mei 2020 | 14:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Moda kereta api dan bus antar kota antar provinsi (AKAP) menjadi transportasi umum yang banyak digunakan masyarakat saat arus balik Idulfitri. Namun sejak ada kebijakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) selama masa Pembatasan Sosial Berksala Besar (PSBB) di Provinsi DKI Jakarta, nyaris tidak ada penumpang yang menggunakan dua moda transportasi darat ini.

"Memang tidak ada arus balik karena kereta luar biasa (KLB) yang kita siapkan bukan untuk angkutan penumpang umum melainkan penumpang dengan keperluan dan persyaratan khusus," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, Jumat (29/5/2020) ketika dikonfirmasi.

Baca juga: Terminal Pulo Gebang Berangkatkan 33 Penumpang

Dikatakannya, sejak adanya KLB, jumlah penumpang yang menggunakan kereta api sebanyak 2.434 orang dengan rute Jakarta ke Bandung dan Surabaya. Sebayak 800 orang di antaranya tiba di Jakarta. "Sejak pemberlakuan SIKM pada 23 Mei hingga 28 Mei jumlah penumpang memang ada penurunan. Yang berangkat di periode itu ada 128 orang dan yang tiba ada 262 orang," tambah Joni.

Sementara Kepala Terminal Bus Pulo Gebang, Bernard Pasaribu mengatakan pada Kamis (28/5/2020) hanya ada satu bus dengan tiga penumpang yang berangkat dari Pulo Gebang. Total sudah ada 13 orang ditolak berangkat selama 3 hari terakhir karena tidak memiliki SIKM sesuai Pergub DKI Nomor 47 Tahun 2020.

"Yang tiba sejak 27 Mei sampai 28 Mei belum ada setelah berlakunya SIKM. Yang berangkat kemarin dua orang merupakan kedatangan dari luar negeri setelah diisolasi di wisma haji Pondok Gede, sedangkan satu orang lainnya merupakan petugas dengan tujuan Blitar menggunakan PO Bus Harapan Jaya," kata Bernard.

Stasiun Gambir dan Terminal Pulogebang Sepi Penumpang



Sumber: BeritaSatu.com