Kota Bogor Siapkan Kuota 5.664 PPDB Siswa SMPN

Kota Bogor Siapkan Kuota 5.664 PPDB Siswa SMPN
Ilustrasi penerimaan siswa baru. (Foto: Antara)
Vento Saudale / CAH Jumat, 29 Mei 2020 | 16:53 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bogor terus disosialisasikan. Dinas Pendidikan menyediakan 5.664 kursi bagi siswa menengah sekolah negeri di Kota Bogor.

Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Kota Bogor, Arni Suhaerani dalam keterangannya menuturkan, khusus Kota Bogor, PPDB tingkat SMP akan dimulai pada awal Juni mendatang dengan jumlah kuota 5.664 kursi dari total 125 SMP yang terdiri dari 20 SMP Negeri dan 105 SMP Swasta.

Kata dia, saat ini pihak Disdik Kota Bogor masih melakukan sosialisasi dan kepada jajaran kepala sekolah, pengawas dan internal Disdik terkait mekanisme PPDB secara daring (online).

Baca JugaBaru 47% Wilayah di Indonesia Mampu Gelar PPDB Online

"Pasalnya, dalam pelaksanaan PSBB nanti, semuanya akan dilakukan secara online, dikarenakan masih mewabahnya virus corona di Indonesia. Untuk membantu warga, pihak SD juga akan melakukan pelayanan pendaftaran secara kolektif untuk para peserta didiknya," Arni menjelaskan, Jumat (29/5/2020).

Lebih rinci, setiap SMP yang ada di Kota Bogor, sambung Arni memiliki jatah penerimaan dari empat jalur. Yaitu, jalur zonasi sebanyak 55 persen, jalur afirmasi sebanyak 20 persen, jalur prestasi 20 persen dan jalur khusus untuk siswa yang merupakan anak terdampak dari perpindahan lokasi kerja orang tua murid dan guru sebanyak 5 persen.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Tahun Ajaran Baru Mulai Juli

"Untuk siswa/i pengguna Kartu Indonesia Pintar (KIP) bisa menggunakan jalur afirmasi untuk mendaftar. Selain itu, jika tidak bisa mendaftar melalui online, kami tetap melayani pendaftaran melalui luring atau secara langsung," ungkapnya.

Dari penjabaran Permendikbud nomor 44 tahun 2019 tentang PPDB 2020 pada TK, SD, SMP, SMA dan SMK, terdapat hal yang menarik. Dimana para calon peserta didik untuk tingkat SMP tidak ditentukan melalui ujian tertulis ataupun hasil ujian nasional. Melainkan melalui jarak sekolah dengan tempat tinggal.

"Jika jarak tempat tinggal antara calon peserta didik dengan sekolah sama, maka seleksi untuk pemenuhan kuota/daya tampung terakhir menggunakan usia peserta didik yang lebih tua berdasarkan surat keterangan lahir atau akta kelahiran," bunyi poin ke 6 untuk tahapan seleksi



Sumber: BeritaSatu.com