PKS DKI Kurang Setuju PAUD, TK dan SD Dibuka Kembali

PKS DKI Kurang Setuju PAUD, TK dan SD Dibuka Kembali
Anak sekolah dasar saat mengikuti program kesiapsiagaan “SAFE STEPS Kids” di Yogyakarta, Sabtu (7/12/2019). (Foto: Beritasatu Photo/Istimewa)
Yustinus Paat / FMB Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta mendukung Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI untuk membuka proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah setelah aman dari wabah pandemik Covid-19.

"Kami sepakat terkait kebijakan tersebut, karena jumlah korban anak usia sekolah yang positif Covid-19 jumlahnya cukup besar," ujar Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin, di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Arifin merujuk pada data dari KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti yang mengatakan, lebih dari 800 anak di Indonesia terpapar Covid-19. Bahkan, 129 anak meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 dan 14 anak meninggal dengan status terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ini harus jadi perhatian bersama, mereka adalah generasi penerus bangsa ini, jangan sampai angkanya bertambah semakin banyak, khususnya di Jakarta,” tandas Arifin.

Politisi PKS dari daerah pemilihan Jakarta Utara ini yakin, baik Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat tidak gegabah dan sembrono dalam menentukan pembukaan sekolah di masa pandemik.

Sebagai gambaran umum, masih menurut Arifin, anak-anak sekolah, khususnya PAUD, TK dan SD, agak sulit untuk dikontrol misalnya untuk melakukan physical distancing. Anak-anak tersebut terbiasa bersentuhan secara fisik, berangkulan dalam bermain, apalagi lama tidak ketemu relatif lebih sulit untuk diimbau.

“Jangan sampai sekolah menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di Ibu Kota. Kalaupun harus dibuka proses KBM di sekolah, harus dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” pungkas Arifin.



Sumber: BeritaSatu.com