Belajar di Rumah Siswa Kota Bogor Diperpanjang, Ajaran Baru Juli

Belajar di Rumah Siswa Kota Bogor Diperpanjang, Ajaran Baru Juli
Lalu lintas di Jalan Kapten Muslihat area Stasiun Bogor, Kota Bogor tampak lengang, Sabtu (23/5/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale)
Vento Saudale / FMB Sabtu, 30 Mei 2020 | 12:55 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dilakukan di hingga akhir ajaran baru pertengahan Juli 2020. Sedangkan kegiatan belajar di rumah diperpanjang hingga 19 Juni 2020.

Untuk itu, Pemerintah Kota Bogor mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 016/1819-Umum terkait perpanjangan masa belajar di rumah bagi siswa mulai dari jenjang TK hingga SMA/SMK.

Kebijakan tersebut menindaklanjuti keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang penetapan status bencana non-alam Covid-19 sebagai bencana nasional dan surat edaran Gugus Tugas percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 6 Tahun 2020 tentang status keadaan Darurat bencana non alam Covid-19 sebagai Bencana Nasional.

“Betul, belajar di rumah diperpanjang sampai 19 Juni 2020 dan untuk tahun ajaran baru akan dimulai 13 Juli 2020 mendatang,” papar Kadisdik Kota Bogor Fachrudin, Sabtu (30/5/2020).

Sementara itu untuk tahun ajaran baru nanti, Fachrudin biasa disapa Fahmi menjelaskan, skema belajar akan menyesuaikan dengan kondisi Pandemi Covid-19.

"Untuk saat ini belajar di rumah diperpanjang tetap dengan metode daring. Selanjutnya siswa libur akhir tahun pelajaran sampai 12 Juli dan pada 13 Juli dimulai dengan tahun ajaran baru. Kegiatan belajar selanjutnya akan mengikuti kebijakan Pemkot dan gugus tugas Covid-19," kata Fahmi.

Disdik Kota Bogor sedang mempersiapkan dan menyempurnakan pembelajaran tahun pelajaran baru secara daring. Pihaknya juga sedang mempersiapkan pembelajaran apabila Pemkot Bogor memutuskan sekolah mulai dibuka secara bertahap dengan menyelaraskan proses pembelajaran dengan protokol kesehatan Covid-19.

"Saat ini kegiatan difokuskan mempersiapkan kelulusan SD dan SMP dan kesetaraan, mempersiapkan kenaikan kelas, sosialisasi PPDB dan pelaksanaannya, mempersiapkan new normal pendidikan jika pada saatnya nanti sekolah harus mulai beroperasi secara bertahap," kata Fahmi.



Sumber: BeritaSatu.com