Pertamina Pastikan Pasokan LPG di Bogor Aman

Pertamina Pastikan Pasokan LPG di Bogor Aman
Pertamina menyiapkan tambahan pasokan 10 Juta tabung LPG 3 Kg untuk mengantisipasi lonjakn konsumsi di Hari Raya Idul Adha (Foto: dok Pertamina)
Vento Saudale / FER Sabtu, 30 Mei 2020 | 16:13 WIB

Bogor, Beritsatu.com - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan elpiji (LPG) bersubsidi 3 kilogram (kg) pascalebaran hingga memasuki kenormalan baru (new normal) di Bogor aman. Untuk memenuhi itu, Marketing Operation Region (MOR) III, Pertamina tetap memberikan tambahan pasokan fakultatif atau penambahan alokasi gas LPG yang bersifat situasional.

Baca Juga: Subsidi BBM Perlu Didorong ke Sektor Produktif

Unit Manager Communication Relation & CSR MOR III, Dewi Sri Utami menyatakan, secara bertahap, pada 20 hingga 28 Mei 2020 pasokan LPG subsidi tambahan ini mencapai 317.760 tabung, atau sekitar 180 persen dari rata-rata penyaluran harian di Kabupaten Bogor sebesar 175.125 tabung.

"Untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat, Pertamina saat ini masih dalam periode satuan tugas Ramadan Idulfitri dan Covid-19, sehingga seluruh stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE), agen dan pangkalan penjualan LPG tetap beroperasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk pengecer maupun perorangan," jelas Dewi, Sabtu (30/05/2020).

Dewi mengatakan, kondisi stok LPG subsidi 3 kg di pangkalan terpantau cukup, dengan harga eceran tertinggi (HET) untuk isi sebesar Rp 16.000 per tabung.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Pasokan LPG dan BBM Aman

"Kami mengimbau masyarakat untuk dapat membeli LPG subsidi di pangkalan dengan harga sesuai HET yang ditetapkan pemerintah setempat. Untuk wilayah Kabupaten Bogor terdapat 2.441 pangkalan," jelasnya.

Khusus untuk wilayah Kecamatan Ciampea dan juga Kecamatan Pamijahan, terdapat 129 pangkalan yang menyediakan LPG dengan harga sesuai HET.

Sesuai dengan Permen ESDM Nomor 26 tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG subsidi, LPG 3 kg peruntukannya diatur untuk rumah tangga pra sejahtera, serta kegiatan usaha kecil dan mikro. Adapun bagi masyarakat golongan mampu, dapat menggunakan elpiji non subsidi, seperti Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg.



Sumber: BeritaSatu.com