Bertambah 100, Positif Covid-19 di Jakarta Capai 7.153 Kasus

Bertambah 100, Positif Covid-19 di Jakarta Capai 7.153 Kasus
Ilustrasi penanganan pasien diduga terinfeksi virus "corona". (Foto: Antara)
/ BW Sabtu, 30 Mei 2020 | 17:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengumumkan, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Ibu Kota, Sabtu (30/5/2020), mencapai 7.153 orang atau bertambah 100 pasien dari hari sebelumnya sebesar 7.053 pasien.

"Sebanyak 1.848 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.783 orang melakukan isolasi mandiri di rumah,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Dari keseluruhan total kasus, tingkat kesembuhan mencapai 28%, sedangkan tingkat kematian berada di angka 7,3 persen.

Ia menyebut, terjadi peningkatan cukup banyak untuk pasien-pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, yaitu 196 orang dari yang sebelumnya berjumlah 1.807 pada Jumat (29/5), dan Sabtu ini menjadi 2.003 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Untuk kasus meninggal terjadi peningkatan sebanyak dua orang meninggal karena Covid-19, dari yang sebelumnya pada Jumat berjumlah 517 dan saat ini menjadi 519.

Dinas Kesehatan DKI mencatat jumlah orang tanpa gejala (OTG) bertambah pesat, lebih dari 1.000 kasus dalam sehari.

Pada Jumat (29/5) tercatat OTG berjumlah 17.186 pasien, dalam kurun waktu sehari angka tersebut berubah menjadi 18.371 orang.

Dengan masih berkembangnya kasus Covid-19, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun laboratorium satelit Covid-19, di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring dengan 36 laboratorium pemeriksa Covid-19.

Secara kumulatif, pemeriksaan PCR telah dilakukan di DKI Jakarta, sampai dengan 29 Mei 2020 sebanyak 146.007 sampel.

Pada 29 Mei 2020, dilakukan tes PCR pada 2.121 orang, 1.854 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 100 positif dan 1.754 negatif.

Pemeriksaan masif secara selektif terus dilakukan di daerah kelurahan terpilih yang dikaji secara epidemologis dan menurut kepadatan penduduk. Ada 58 Kelurahan terpilih yang dilakukan tes cepat dengan menyasar warga lansia, warga dengan kasus penyakit tertentu, dan juga pada ibu hamil.

Total sebanyak 141.682 orang telah menjalani tes cepat dengan persentase positif Covid-19 sebesar 4%, dengan perincian 5.675 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan 136.007 orang dinyatakan non-reaktif.

"Bagi masyarakat, kami imbau untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan pembersih tangan, menjaga jarak antarorang minimal 1,5 meter hingga 2 meter dan menjaga diri untuk tetap beraktivitas di rumah," kata Widyastuti.



Sumber: ANTARA