Tujuh Kelurahan di Depok Torehkan Nol Kasus Positif Covid-19

Tujuh Kelurahan di Depok Torehkan Nol Kasus Positif Covid-19
Ilustrasi pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi Covid-19. (Foto: Antara)
Bhakti Hariani / FER Minggu, 31 Mei 2020 | 18:22 WIB

Depok, Beritasatu.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, terdapat tujuh kelurahan yang sudah tidak memiliki kasus konfirmasi positif virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, PAD Kota Depok Turun 25%

Adapun ketujuh kelurahan tersebut yaitu Kelurahan Duren Seribu, Bojongsari Baru, Pangkalan Jati Baru, Krukut, Grogol, Bojong Pondok Terong, dan Bojongsari.

"Alhamdulillah, meskipun sebaran Covid-19 masih ada di semua kecamatan tapi beberapa kelurahan ini nol kasus konfirmasi positif," ujar Idris di Depok, Jawa Barat, Minggu (31/5/2020).

Idris menuturkan, berdasarkan data yang ada, hingga Jumat (29/5) terdapat tiga kelurahan yang mencatatkan nol kasus Covid-19 yaitu Duren Seribu, Bojongsari Baru dan Pangkalan Jati Baru.

Baca Juga: Masa Bekerja dari Rumah ASN Depok Diperpanjang

Sedangkan empat kelurahan yang sudah tidak memiliki kasus konfirmasi positif namun masih terdapat kasus orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) adalah Krukut, Grogol, Bojong Pondok Terong, dan Bojongsari.

"Meskipun tidak ada kasus positif, kelurahan-kelurahan ini kami minta untuk tetap menjalankan protokol yang sudah ditetapkan guna mencegah munculnya kasus-kasus baru," tutur Idris.

Wali Kota Depok ini menambahkan, hingga Sabtu (30/5), Kota Depok telah memasuki hari ke-93 menjalani protokol pandemi Covid-19. Tren perkembangan kasus pun mengalami fluktuasi dengan angka kesembuhan mencapai 38,8 persen.

Baca Juga: Pemkot Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Lebih lanjut, kata Idris, sejumlah protokol sedang dipersiapkan untuk menghadapi normal baru di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut meliputi protokol aktivitas pendidikan, aktivitas peribadatan, aktivitas di tempat kerja, aktivitas sosial budaya, aktivitas di tempat umum dan moda transportasi.

"Untuk itu diharapkan partisipasi semua pihak, agar angka penyebaran semakin kecil, sehingga kita dapat mulai menata kembali kehidupan dengan kebiasaan baru di tengah pandemi ini," pungkas Idris.



Sumber: BeritaSatu.com