Akibat Covid-19, PAD Kota Tangerang Mei 2020 Hanya Rp 68 Miliar

Akibat Covid-19, PAD Kota Tangerang Mei 2020 Hanya Rp 68 Miliar
Pemerintah Kota Tangerang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menghentikan aktivitas dan menyegel CBD Ciledug, Selasa, 19 Mei 2020. (Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri)
Chairul Fikri / JAS Minggu, 31 Mei 2020 | 21:55 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Selama bulan Mei 2020, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang menurun drastis. Lantaran selama pandemi Covid-19, hampir semua sektor perkonomian di Kota Tangerang terkendala terlebih dengan adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan sejak sebulan terakhir.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Mulyani,  saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (31/5/2020).

"Selama bulan Mei 2020, PAD Kota Tangerang hanya mencapai Rp 68 miliar. Berbanding terbalik dengan PAD di bulan Januari sampai dengan Februari 2020 yang angkanya mencapai Rp 200 miliar," ungkap Mulyani.

Ditambahkannya, sektor yang paling memengaruhi penurunan PAD Kota Tangerang adalah sektor industri, kuliner, dan hiburan. Selama pemberlakuan PSBB, mal dan tempat hiburan di Kota Tangerang memang tutup.

"Yang paling menurun adalah sektor kuliner dan hiburan. Karena hampir semua restoran, mal, hotel dan tempat hiburan yang ada di Tangerang tutup di masa PSBB," tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman menegaskan bahwa PAD Kota Tangerang sendiri menurun Rp 1,3 triliun dampak pandemi Covid-19.

"Diperkirakan menurun hingga Rp 1,3 triliun. Penurunan itu berasal dari pajak restoran, hotel, hiburan, retribusi pajak kendaraan bermotor (PKB) dan lainnya. Karena selama PSBB dan Covid-19 ini banyak sektor perekonomian yang ditutup," tandasnya.

Pihak Pemkot Tangerang sendiri memberikan keringanan pembayaran pajak daerah yakni pemberian insentif berupa pembebasan, pengurangan, jatuh tempo, dan penghapusan sanksi berupa denda serta penundaan pembayaran pajak daerah dampak Covid 19.

Pembebasan kewajiban pajak berlaku mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2020 untuk masa pajak bulan April, Mei, dan Juni. Jenis usaha yang dibebaskan dari pajak daerah yakni hotel nonbintang, losmen, kos, dan tempat hiburan. Sedangkan jenis usaha yang diberi penundaan bayar pajak daerah meliputi hotel berbintang, parkir, air bawah tanah, dan restoran. Sementara jenis usaha yg dibebaskan dari denda yakni reklame.