Tak Miliki SIKM, 14.500 Kendaraan Hendak Masuk Jakarta Diputar Balik

Tak Miliki SIKM, 14.500 Kendaraan Hendak Masuk Jakarta Diputar Balik
Petugas memeriksa surat kelengkapan kendaraan dan juga Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta saat razia plat nomor kendaraan luar Jakarta di Jalan Ciledug Raya, Petukangan Utara, Jakarta, Jumat, 29 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Bayu Marhaenjati / CAH Senin, 1 Juni 2020 | 18:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, sebanyak 14.500 kendaraan yang hendak masuk Jakarta diputar balik karena tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), di 20 titik pos penyekatan, sejak tanggal 27 hingga 31 Mei 2020.

"Jumlah kendaraan yang tidak memiliki SIKM dan diputar balikan sebanyak 14.500 kendaraan. 3.353 kendaraan diputar balik di sembilan pos wilayah DKI dan 11.147 di 11 pos luar wilayah," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, Senin (1/6/2020).

Dikatakan Sambodo, pada tanggal 27 Mei, kendaraan yang diminta putar balik di sembilan pos wilayah DKI sebanyak 524, sementara di 11 pos luar wilayah berjumlah 2.374 kendaran, total keseluruhan 2.898. Kemudian, tanggal 28 Mei, jumlah kendaraan yang diminta putar balik karena tidak mengantongi SIKM di sembilan pos wilayah DKI sebanyak 674, sedangkan di 11 pos luar wilayah Jakarta berjumlah 2.221, total 3.095.

Baca JugaPemprov DKI Hanya Terbitkan 5,7 Persen dari Total Permohonan SIKM

Kemudian, pada tanggal 29 Mei, sebanyak 896 kendaraan diputar balik di sembilan pos wilayah DKI, sementara 1.433 kendaraan diputar balik di 11 pos luar, jumlah total 2.329. Selanjutnya, tanggal 30 Mei, 576 kendaraan diputar balik, di sembilan pos wilayah DKI dan 1.965 kendaran diputar balik di 11 pos luar, totalnya 2.541.

"Pada tanggal 31 Mei kemarin, 483 kendaraan diputar balik di sembilan pos wilayah DKI, sedangkan 3.154 diputar balikan di 11 pos luar wilayah DKI, totalnya 3.637 kendaraan," ungkapnya.

Sambodo menyampaikan, belasan ribu kendaraan itu diputar balik karena pengemudi atau penumpangnya tidak mengantongi SIKM.

"Iya, artinya kalau punya SIKM dia boleh lewat karena mengurus SIKM itu ada persyaratannya, dia memiliki kartu bebas covid 19, memiliki sertifikat itu," katanya.

Menyoal bagaimana kalau di dalam mobil ada empat orang, namun hanya dua atau tiga diantaranya yang memiliki SIKM, Sambodo menegaskan, kendaraannya akan tetap diputar balik.

Baca Juga: Tak Dilengkapi SIKM, 10.863 Kendaraan Tidak Bisa Masuk Jakarta

"Ya kita putar balik. Pilihannya yang satu orang (tidak punya SIKM) itu turun atau semua balik," tandasnya.

Diketahui, polisi mendirikan 20 titik pos pemeriksaan SIKM yang tersebar di wilayah Jakarta, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang. Sebanyak sembilan titik pos pemeriksaan SIKM di wilayah Jakarta merupakan penyekatan lapis pertama. Sedangkan, 11 pos pemeriksaan SIKM yang didirikan di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Tangerang merupakan penyekatan lapis kedua.

Sembilan pos pemeriksaan atau penyekatan di dalam kota antara lain berada di Pos Polisi Kalideres, Pos Joglo Raya, Pos Polisi Karang Tengah (Jalan Raden Saleh), Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Bekasi (Kolong Fly Over Cakung), Jalan Kalimalang, Simpang Layang UI, Perempatan Pasar Jumat, dan Jalan Ciledug Raya (depan Universitas Budi Luhur).

Sementara itu, 11 pos penyekatan di luar wilayah DKI yakni, Jalan Syekh Nawawi, Gerbang Tol Cikupa, Jalan Raya Serang, Jalan Raya Maja (Tangerang), Jalan Jasinga, Jalan Ciawi-Cianjur, Jalan Ciawi-Sukabumi, Jalan Tanjung Sari (Kabupaten Bogor), Jalan Pantura Kedung Waringin, Jalan Inspeksi Kalimalang, dan Ruas Tol Cikarang KM 47 arah Jakarta (Kabupaten Bekasi).



Sumber: BeritaSatu.com