950 Jemaah Calon Haji Kota Bogor Gagal Berangkat Tahun Ini

950 Jemaah Calon Haji Kota Bogor Gagal Berangkat Tahun Ini
Ilustrasi ibadah haji. (Foto: AFP)
Vento Saudale / WBP Rabu, 3 Juni 2020 | 08:49 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Sebanyak 950 jemaah calon haji Kota Bogor gagal melakukan ibadah haji 2020. Penundaan itu, berdampak kepada daftar tunggu untuk calon haji dari semula 18 tahun menjadi 19 tahun.

Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Seksi Pemberangkatan Haji dan Umrah (PHU), Kementerian Keagamaan (Kemag) Kota Bogor, Deden Mahpudin menuturkan, kebijakan penundaan tersebut, diambil karena pemerintah mengutamakan keselamatan jemaah di tengah pandemi virus corona yang belum usai. "Keputusan itu dinilai sudah melalui kajian mendalam. Mengingat pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi," paparnya, Selasa (2/6/2020).

Deden menjelaskan, pascamunculnya keputusan tersebut, setidaknya 950 jemaah calon haji Kota Bogor gagal berangkat ke Arab Saudi yang rencananya Juli hingga Oktober 2020. "Artinya ada penundaan pemberangkatan pada tahun ini. Padahal mereka sudah melunasi pembayarannya," jelas Deden.

Baca juga: 1.260 Orang Batal Berangkat Haji di Tangsel Tahun Ini

Meski gagal berangkat tahun ini, Deden memastikan ratusan jemaah tersebut bakal diberangkatkan pada 2021 mendatang. Dengan demikian, ada efek domino yang ditimbulkan. Secara otomatis pemberangkatan jemaah 2021 juga mundur 2022, dan seterusnya. Kebijakan tersebut juga berdampak pada daftar tunggu pemberangkatan jemaah haji Kota Bogor, yang semula 18 tahun menjadi 19 tahun.

Sejak Februari silam, Pemerintah Arab Saudi sudah menutup akses ke Makkah bagi para jemaah yang ingin menjalankan ibadah umroh.

Ketua Yayasan Ukhuwah Ummah Bogor dari PT Malika Tour dan Travel Cabang Bogor, Asep Saefudin Muztaba, menjelaskan, terdapat 45 jemaah dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Cianjur, yang dipastikan gagal beribadah tahun ini.

Mereka merupakan jemaah yang seharusnya berangkat pada bulan Februari silam. Namun karena adanya pandemi Covid-19, pihaknya tidak lagi membuka pendaftaran bagi jemaah baru. Kondisi ini pun semakin diperparah dengan adanya keputusan larangan keberangkatan ibadah haji oleh Menteri Agama, Fachrul Razi.

"Dari 45 jemaah, mereka semua memilih untuk menunggu adanya keputusan lanjutan terkait dibukanya kembali Makkah. Jadi keberangkatan mereka semua kami undur sampai tahun tahun berikutnya," ujar Asep.

Kondisi ini menurut Asep membuat perusahaannya ini terancam gulung tikar, sebab tidak ada pemasukan lagi selama kurang lebih tiga bulan. Biasanya dalam setahun, pihaknya bisa memberangkatkan 150 orang jemaah.



Sumber: BeritaSatu.com