Mulai Besok, MRT Jakarta Kembali Beroperasi Normal

Mulai Besok, MRT Jakarta Kembali Beroperasi Normal
Prajurit TNI berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / YUD Kamis, 4 Juni 2020 | 22:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), William Sabandar, mengatakan, MRT kembali beroperasi normal mulai Jumat, 5 Juni 2020 besok. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi fase I oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya dalam transportasi publik.

“Mulai besok, MRT Jakarta akan kembali beroperasi normal dengan membuka seluruh 13 stasiun,” kata William melalui keterangan, Kamis (4/6/2020) malam.

Baca juga: PSBB, PT MRT Jakarta Tutup Stasiun Bendungan Hilir dan Senayan

Karena itu, kata William, mulai Jumat, terdapat tiga kebijakan layanan MRT Jakarta yang perlu diketahui pelanggan. Pertama, jam operasional weekdays (hari kerja) pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB dan weekend (akhir pekan) pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Kedua, jarak antar kereta (headway) yaitu weekdays (hari kerja) setiap 10 menit dan weekend (akhir pekan) setiap 20 menit. Ketiga, pembatasan jumlah penumpang 62-67 orang per kereta (gerbong) atau 390 orang per rangkaian kereta.

Baca juga: Mulai Besok, Layanan MRT Jakarta di Stasiun Istora dan Setiabudi Ditutup

“PT MRT Jakarta (Perseroda) tetap menerapkan protokol kesehatan yang selama ini telah dilaksanakan seperti pemeriksaan suhu tubuh, mewajibkan pemakaian masker bagi penumpang, dan selalu mengedukasi penumpang untuk selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan, serta tidak berbicara, baik satu atau dua arah, selama di dalam kereta dan area peron stasiun,” tandas William.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa DKI Jakarta telah memasuki PSBB transisi fase pertama. Dalam fase ini, kata Anies, hanya orang sehat yang diperbolehkan berkegiatan di luar rumah, kegiatan dan tempat hanya digunakan dengan maksimal 50 persen kapasitasnya.

Baca juga: Mulai Senin, MRT Tidak Berhenti di 3 Stasiun

“Khusus untuk transportasi publik, hanya boleh diisi maksimal 50 persen kapasitasnya, baik di kereta atau bus, stasiun dan halte; antrean penumpang minimal satu meter antar penumpang; melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin; jadwal normal, termasuk menggunakan headway yang singkat,” ujar Anies saat konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).



Sumber: BeritaSatu.com