Korban PHK Banjiri Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tangerang

Korban PHK Banjiri Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tangerang
Peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan kejutan dengan layanan ekstra berupa pemberian snack, hadiah souvernir dan doorprize pada Hari Pelanggan di kantor BPJS TK cabang Jakarta Kelapa Gading, Kamis, 5 September 2019. (Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta Barus)
Chairul Fikri / HS Sabtu, 6 Juni 2020 | 11:06 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol, Kota Tangerang dalam beberapa hari ini kebanjiran pengunjung yang umumnya adalah korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Kedatangan mereka ke kantor BPJS Ketenagakerjaan tersebut untuk mengurus klaim jaminan setelah mengalami PHK.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BPJS Kota Tangerang, Fahmi saat dihubungi sejumlah media, Jumat (5/6/2020).

"Memang dalam beberapa hari ini Kantor BPJS Ketenagakerjaan banyak melayani pengurusan klaim BPJS Ketenagakerjaan dari masyarakat yang kebanyakan dari korban PHK. Selama masa pandemi ini mereka kesulitan memperoleh kembali pekerjaan. Sementara, biaya hidup mereka terus berjalan sehingga mereka mengurus pencairan BPJS Ketenagakerjaan itu," ungkap Fahmi.

Ditambahkannya, kepadatan pengunjung sudah sejak tiga hari lalu. Bahkan, dalam sehari bisa melayani 200-300 peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingn mengambil klaim jaminan sosialnya.

"Sebenarnya yang datang ini merupakan masyarakat yang telah melakukan pendaftaran melalui online. Setelah mendaftar online, mereka upload data berkas yang menjadi persyaratan. Lalu pihak BPJS akan memverifikasi data pendaftarnya lalu kita validasi. Setelah itu kita akan melakukan wawancara, baru mereka akan dihubungi untuk mencairkan klaimnya," jelasnya.

Pihak BPJS sendri menyatakan dari Maret 2020 lalu, BPJS Kota Tangerang telah memproses ribuan klaim yang diajukan peserta BPJS di Tangerang.

"Sejauh ini total yang mengajukan sejak 23 Maret sampai saat ini ada sekitar 5.600 klaim yang berkasnya sudah kita proses. Mereka mayoritas merupakan korban PHK," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com