Sebanyak 15 RW di Jakbar Masih Zona Merah Covid-19

Sebanyak 15 RW di Jakbar Masih Zona Merah Covid-19
Polisi memberhentikan kendaraan roda tiga yang mengangkut sampah karena pengemudinya tidak menggunakan masker, di Pos Check Point, depan Universitas Budi Luhur, Jalan Raya Ciledug, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. (Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati)
/ YUD Sabtu, 6 Juni 2020 | 18:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - 15 Rukun Warga (RW) di Jakarta Barat masih termasuk dalam zona merah pandemi virus corona (Covid-19).

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Efendi menyebutkan, pembukaan sejumlah titik keramaian yang dilaksanakan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi tidak berlaku di 15 RW yang masuk dalam kategori zona merah.

Baca juga: 25 RW di Depok Terapkan Pembatasan Sosial Kampung Siaga Covid-19

RW yang zona merah itu diberlakukan sebagai wilayah dengan pengendalian ketat. "Kalau di wilayah lain ada tempat umum yang dibuka, khusus di RW zona merah itu kita tunda dulu” kata Rustam saat meresmikan "Kampung Merdeka Covid-19" di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: PSBB Transisi DKI, Ini Daftar 66 RW Kategori Wilayah Pengendalian Ketat

Saat ini berbagai kegiatan sosial dan olah raga dalam bentuk apapun dilarang di 15 RW zona merah. Protokol kesehatan akan semakin diperketat di 15 RW yang masih dalam isolasi mandiri dan dalam pemantauan pihak terkait.

“Sarana olah raga kalau di wilayah merah tidak kita buka dulu, demikian juga kegiatan lainnya. Kemudian kita pantau terus kesehatannya. Tim kesehatan akan memantau terus karena RW itu kan pasti ada yang menderita Covid-19,” ujarnya.

Baca juga: Data RT/RW Tak Bisa Digunakan Otomatis, Jadi Kendala Penyaluran BST dan BLT Desa

Meski demikian, Rustam masih enggan mengumumkan RW mana saja yang termasuk dalam 15 RW zona merah tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Audie Latuheru mengatakan, pihaknya untuk sementara tidak akan mengeluarkan izin keramaian di zona merah.

"Ada 15 RW di Jakarta Barat yang ditetapkan sebagai zona merah. Kita tetap menerapkan protokol seperti yang selama ini kita terapkan selama PSBB. Jadi belum bisa kita izinkan pelaksanaan keramaian,” kata Audie.



Sumber: ANTARA