Empat RW PSKS Depok Disemprot Disinfektan

Empat RW PSKS Depok Disemprot Disinfektan
Pelaksanaan penyemprotan di RW 09 dan 11 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat. (Foto: Ist)
Bhakti Hariani / HS Senin, 8 Juni 2020 | 08:35 WIB

Depok, Beritasatu.com - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi khusus (lokus) wilayah rukun warga (RW) yang diterapkan pembatasan sosial kampung siaga (PSKS) oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok Deni Romulo mengatakan, pihaknya menyemprotkan disinfektan ke lokus PSKS untuk mengatasi penyebaran virus corona. Penyemprotan dilakukan di pemukiman warga hingga fasilitas umum yang ada di empat RW tersebut. Adapun empat RW tersebut adalah RW 09 dan RW 11 di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, lalu RW 06 di Kelurahan Mekarsari, dan RW 02 di Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis.

"Hari Sabtu (6/6) dan Minggu (7/6) kami melakukan penyemprotan. Tidak ada kendala selama melakukan penyemprotan. Kami berharap penyemprotan yag dilakukan dapat benar-benar menekan persebaran virus corona," ujar Deni kepada Beritasatu.com, Minggu (7/6/2020).

Penyemprotan yang dilakukan di RW 09 dan 11 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos mengerahkan empat personel yang seluruhnya berasal dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Kecamatan Tapos.
"Kami menggunakan dua alat semprot elektronik, serta satu unit mobil pompa 1.000 liter," kata Deni.

Sedangkan untuk di RW 06 Kelurahan Mekarsari dan di RW 02 Kelurahan Cisalak Pasar, Dinas Damkar dan Penyelamatan mengerahkan tiga alat semprot elektrik dan satu unit mobil pemadam. Terdapat dua orang koordinator, satu orang operator dan tiga orang anggota.

Tak hanya penyemprotan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok juga memberikan pendampingan kepada lokus RW di wilayah Kelurahan Tanah Baru yang terkena PSKS.

Lurah Tanah Baru Zakky Fauzan bergerak cepat memberikan pendampingan kepada dua RW di wilayahnya yang masuk dalamPSKS Covid-19. Bersama Gugus Tugas Covid-19 tingkat kota, puskesmas dan kecamatan, pihaknya langsung melakukan sosialisasi serta peninjauan ke lokasi.

"Terdapat dua RW yang masuk ke dalam kategori wilayah dengan tingkat penyebaran tinggi atau lebih dari dua kasus positif yakni di RW 02 dan RW 11. Tapi, Alhamdulillah respon cepat dari tim pendamping pemantau tingkat kota dan tim gabungan melakukan peninjauan langsung ke area publik serta tempat isolasi mandiri warga yang terkonfirmasi Covid-19," tutur Zakky.

Zakky menjelaskan sosialisasi dilakukan guna memberikan edukasi terkait penerapan protokol kesehatan dalam mencegah wabah virus corona atau Covid-19. Sosialisasi ini melibatkan pengurus lingkungan, Satgas Kampung Siaga Covid-19, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) kelurahan.

Dia menuturkan, berdasarkan hasil penelusuran lapangan dan memperhatikan perkembangan positif tingkat penurunan penyebaran covid-19, RW 02 yang semula termasuk dalam berstatus PSKS, kini mulai bisa menerapkan protokol adapatasi kebiasaan baru (AKB). Sebab, wilayah ini dianggap berhasil menekan penyebaran Covid-19 dan menjalankan pedoman pelaksanaan Kampung Siaga Covid-19 dengan baik.



Sumber: BeritaSatu.com