Bima Arya: Masa Pandemi Covid-19, Banyak Warga Mengaku Miskin
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bima Arya: Masa Pandemi Covid-19, Banyak Warga Mengaku Miskin

Kamis, 18 Juni 2020 | 08:12 WIB
Oleh : Vento Saudale / FMB

Bogor, Beritasatu.com – Wali Kota Bogor Bima Arya menilai indikator klasifikasi warga miskin penerima bantuan sosial (bansos) Covid-19 belum detail. Ada perbedaan sudut pandang tentang kemiskinan antara pemerintah pusat, daerah, juga di masyarakat.

Ha itu dikatakan Bima saat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR di Gedung Nusantara II, Komplek DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (17/6/2020). Hal itu dipaparkan Bima terkait temuan warga penerima bansos yang menggunakan untuk berbelanja pakaian jelang Lebaran.

“Saya turun ke lapangan, melihat ibu-ibu belanja pakaian, kami lihat KTP-nya. Kira-kira enam dari 10 ibu-ibu itu merupakan penerima bantuan sosial dari pemerintah. Begitu diambil KTP, NIK kita masukan ke sistem Salur kita, mudah saja lewat ponsel kita bisa cek itu,” cerita Bima.

Menurut Bima, data ini merupakan persoalan serius, bukan sekedar administratif tapi mungkin juga ke ranah filosofis. Artinya, jika tadi disebut bahwa survei itu persepsi, maka miskin juga persepsi.

“Persepsi miskin dari kita ke mereka berbeda. Persepsi miskin di antara mereka juga berbeda. Ini pangkal utamanya di sini. Ketika semua merasa berhak karena nomenklatur miskinnya tidak dipahami dengan sama oleh semua. Jadi, hari ini 80 persen dari warga di setiap daerah, mengaku miskin dan terpapar,” terang Bima.

Bima menyatakan, harus ada penyederhanaan varian kategori bantuan yang akan disalurkan supaya tidak ada tumpang tindih penerima. Ia melihat mutlak perlu disederhanakan dan dipertegas melalui nomenklatur.

“Miskin struktural, miskin terpapar seperti apa. Jadi, yang darurat itu kita kategorisasi lagi. Oke darurat tidak bisa makan, tapi kan beda. Ada yang dua bulan makan daun singkong, ada yang dua bulan nongkrong di rumah karena dirumahkan,” katanya.

Hal kedua, menurut Bima, terkait data yang berubah-ubah. Ia pun mengakui bila pendapatan secara hirarki mulai dari musyawarah kelurahan naik ke pemerintah kota, dinsos melakukan verifikasi validasi.

“Tapi verifikasi ini sifatnya administratif, menyesuaikan dengan NIK, menyesuaikan dengan KK dan lain-lain. Jadi ketika berubah, warga bingung,” terang Bima.

Bima pun menyebut pengambilan keputusan yang kerap berubah harus dibenahi. Kebijakan pemerintah pusat berubah menyulitkan implementasi penyaluran bantuan di lapangan.

“Arahan dari pusat semua di data, semua dibantu, abis itu, berubah lagi ada sistem kuota. RT sudah kepalang bergerak di lapangan. Sekarang di atasnya berubah, kita berjibaku di lapangan. Ini persoalan. Saya kira DPR bisa menyampaikan ini ke kementerian. Jangan kemudian berubah, kalau belum ada datanya, jangan dulu buat keputusan, jangan dulu buat announcement,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tangerang Hentikan BLT, Bogor Tunda Pembangunan Alun-alun

Pendapatan turun dari Rp 9 miliar per hari menjadi Rp 150 juta per hari.

MEGAPOLITAN | 18 Juni 2020

Langgar PSBB, Wanita Tak Bisa Menyapu Pilih Hukuman Menyapu

Berkali-kali dia gagal melakukannya, sampai membuat sejumlah orang yang menonton seperti gemas.

MEGAPOLITAN | 18 Juni 2020

Pemkot Tangerang Intensifkan Rapid Test di Wilayah Zona Merah

Untuk mengurangi potensi penyebaran virus corona, masing-masing Puskesmas telah diminta untuk melakukan evaluasi pertumbuhan kasus Covid-19.

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2020

Langkah Anies Belum Buka Sekolah Diapresiasi

Persyaratan dibukanya kembali pembelajaran di sekolah tidak hanya memperhitungkan aspek keamanan dan kesehatan.

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2020

Gubernur DKI Minta 5 Stasiun Direvitalisasi

Penataan lima stasiun tersebut diperkirakan menghabiskan biaya Rp 40 miliar.

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2020

Ditikam Warga, Seorang Ketua RT di Jakbar Tewas

M Jazuli tewas setelah ditikam seorang warga berinisial R dengan pisau dapur, Rabu (17/6/2020) sore.

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2020

Pekerja Positif Covid-19, Mitra 10 di Kota Bogor Diminta Tutup Sementara

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta kepada toko Mitra 10 untuk menutup sementara operasionalnya selama 14 hari.

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2020

PSBB Transisi, Anies Khawatirkan Lonjakan Kasus Covid-19

Kekhawatiran Anies ini terkait dengan munculnya lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2020

Diluncurkan, Pasar Tangguh Jadi Upaya Lindungi Penjual dan Pembeli dari Covid-19

Lewat program pasar tangguh, para pedagang pasar harus bisa memberi tahu para pembeli di pasar untuk mengikuti protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2020

Diprotes Pedagang Soal Ganjil-Genap, Anies: Pilih Tidak Buka?

Menurut Anies, aturan tersebut dibuat untuk mengurangi resiko penularan virus corona atau (Covid-19).

MEGAPOLITAN | 17 Juni 2020


TAG POPULER

# Astrazeneca


# Tol Semarang-Demak


# Movieland Bogor


# Yasonna Laoly


# Berantas Premanisme



TERKINI

BEI Tegaskan 18 Perusahaan Wajib E-IPO

EKONOMI | 6 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS