Pengunjung Ragunan Dibatasi 1.000 Orang per Hari

Pengunjung Ragunan Dibatasi 1.000 Orang per Hari
Petugas menyemprotkan dIsinfektan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / FER Jumat, 19 Juni 2020 | 17:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Promosi Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Ketut Widarsana mengatakan, TMR akan dibuka kembali mulai besok, 20 Juni 2020. Pembukaan fase pertama ini akan berlangsung hingga 28 Juni 2020 dan dibuka dari Selasa hingga Minggu.

Baca Juga: Taman Marga Satwa Ragunan Kembali Dibuka 20 Juni

"Pembatasan pengunjung selama PSBB masa transisi melalui pendaftaran online tiket dengan jumlah pengunjung Ragunan maksimal 1.000 orang per hari (Selasa sampai dengan Minggu). Hari Senin tetap diberlakukan hari libur satwa atau tidak menerima kunjungan," ujar Ketut dalam keterangannya, Jumat (19/6/2020).

Ketut mengatakan, pelayanan verifikasi pendaftaran online di loket, akan di mulai pukul 08:00 WIB sampai dengan 12:00 WIB. Sementara jam operasional kunjungan mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB.

"Adapun akses masuk pengunjung melalui Pintu Utara di Jalan Harsono RM dan Pintu Barat di Jalan Kavling Polri Cilandak KKO. Pengunjung dan karyawan tetap harus mematahui protokol kesehatan," tandas Ketut.

Baca Juga: Ragunan Gelar Wisata Virtual Bersama Siamang

Ketut mengatakan, TMR tidak mengizinkan kelompok rentan tertular Covid-19 berkunjung. Kelompok ini antara lain, anak yang berumur 0-9 tahun, ibu hamil, orang dewasa yang berumur di atas 60 tahun dan mereka yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, jantung, TBC, gagal ginjal dan/atau penyakit komplikasi lainnya.

Selain itu, lanjut Ketut, pengunjung tidak boleh menggunakan tikar untuk tempat duduk di taman. Beberapa tempat di TMR juga masih ditutup, yakni wahana Pusat Primata Schmutzer (PPS), Taman Satwa Anak, Kuda Tunggang, Kuda Bendi, Kereta Keliling, Penyewaaan Sepeda, dan Permainan Anak.

"TMR sendiri, sudah kami semprot dengan disinfektan, hewan juga dilakukan perawatan dengan perawat, oleh petugas medis, tim dokter 3 hari stand by, beri vitamin, masih sehat," pungkas Ketut.

 



Sumber: BeritaSatu.com