Antisipasi Kecelakaan, Polisi Minta Pesepeda Lintasi Jalur Sementara

Antisipasi Kecelakaan, Polisi Minta Pesepeda Lintasi Jalur Sementara
Para pesepeda berkumpul di Jalan MH Thamrin sekitar Patung Kuda Monumen Nasional (Monas) untuk berolahraga di Car Free Day Jakarta pada Minggu (8/12/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus)
Bayu Marhaenjati / YUD Minggu, 21 Juni 2020 | 16:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, berharap pesepeda menggunakan jalur sepeda sementara atau pop up bike lane yang telah disiapkan, di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta, supaya tidak terjadi mix traffic yang dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

"Diharap pekerja termasuk yang olahraga menggunakan jalur tersebut, sehingga jalur sebelahnya tidak terjadi mix traffic yaitu, ada yang main sepeda, ada yang naik motor itu sangat berbahaya, bisa kecelakaan lalu lintas," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, Minggu (21/6/2020).

Dikatakan Sambodo, Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dishub DKI Jakarta, telah menyediakan jalur sepeda sementara atau pop up bike lane sepanjang 14 kilometer di Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan MH Thamrin, begitu pun sebaliknya, dengan aturan waktu tertentu.

Telah disepakati pengaturan waktunya yakni, pada hari kerja Senin hingga Jumat, pagi hari pukul 06.00-08.00 WIB dan sore hari mulai pukul 16.00-18.00 WIB. Selanjutnya, Sabtu pukul 06.00-09.00 WIB pagi hari dan sore hari pukul 16.00-19.00 WIB. Sementara itu, hari Minggu pada pagi hari mengikuti kebijakan car free day dan malamnya dari pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.

"Ini (jalur) kita batasi dengan traffic cone, dan ada petunjuk arah juga," ungkap Sambodo.

Sambodo menyampaikan, ada aturan hukum yang diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, terkait dengan jalur sepeda itu.

"Saya tidak mengatakan akan ditilang, tapi ada aturan hukumnya terkait dengan ini. Bagi pengendara kendaraan selain sepeda misalnya, motor, mobil yang masuk jalur sepeda, itu ada aturan Pasal 287 ayat 1 tentang pelanggaran rambu dan marka. Demikian juga sebaliknya, di jalan yang ada jalur sepeda, tapi si pesepeda tidak menggunakan jalur tersebut, itu juga ada Pasal 299 ayat 1. Jadi berimbang," katanya.

Menurut Sambodo, Pasal 287 ayat 1 hukumannya denda Rp 500.000 atau kurungan dua bulan penjara bagi kendaraan bermotor yang masuk jalur sepeda. "Tapi kalau ada sepeda yang tak di jalurnya, itu sanksinya kurungan 15 hari atau denda Rp 100.000," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com