Belum Lama Bebas, John Kei Terancam Hukuman Mati
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Belum Lama Bebas, John Kei Terancam Hukuman Mati

Senin, 22 Juni 2020 | 19:58 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / AB

Jakarta, Beritasatu.com - John Refra Kei alias John Kei kembali masuk hotel prodeo setelah diduga mengotaki kasus penyerangan terhadap kerabatnya Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang. John Kei diduga menjadi otak penganiayaan yang menyebabkan korban Yustus Corwing Rahakbau (YCR) meninggal dunia dan Erwin alias Angky mengalami luka berat akibat bacokan senjata tajam di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (21/6/2020).

John Kei keluar dari lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan sekitar tujuh bulan lalu setelah menerima pembebasan bersyarat. Dia dijebloskan ke penjara terkait kasus pembunuhan terhadap pengusaha Tan Harry Tantono. Ketika itu, John Kei divonis 16 tahun penjara. Dengan kasus tersebut, John terancam hukuman mati.

"Perlu diketahui Saudara John Kei baru mendapatkan pembebasan bersyarat tanggal 26 Desember 2019. Ya memang diberikan setelah para napi ini menjalankan dua pertiga (masa hukuman) dan yang bersangkutan berkelakuan baik," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Ini Sepak Terjang John Kei Bersama Amkei di Bekasi

Nana menyampaikan tim gabungan Polres Metro Kota Tangerang dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, kembali menangkap John Kei bersama 29 anak buahnya di Jalan Tytyan Indah Utama X, Medan Satria, Kota Bekasi. Mereka diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja dan berencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain dan/atau dengan terangan-terangan secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan barang, dan/atau turut campur dalam perkumpulan yang bermaksud melakukan kejahatan atau dalam perserikatan lain yang dilarang oleh undang-undang.

"Di sini memang ada pasal pemufakatan jahat, kami dapatkan dari hasil kita membuka handphone pelaku ini, di mana didapatkan ada perintah dari John Kei ke anggotanya, indikator dari pemufakatan jahat adalah adanya perencanann pembunuhan terhadap Nus Kei dan Er atau YCR. Kemudian ada juga pembagian tugas atau pembagian peran mereka," ungkapnya.

Nana menegaskan, John Kei dan kawan-kawan dijerat pasal berlapis atas tindakan brutal yang dilakukan. "Pasal 88 terkait pemufakatan jahat, Pasal 340 pembunuhan berencana, Pasal 351 penganiayaan, Pasal 170 tentang perusakan dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata," katanya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat mengatakan ancaman hukuman maksimal bagi John Kei dan kawan-kawan adalah hukuman mati.

"Kalau ancaman hukuman terpenuhi, maksimalnya hukuman mati," tegasnya.

Tubagus menuturkan, para pelaku memiliki peran masing-masing, baik dalam kasus penyerangan di Green Lake dan penganiayaan di Duri Kosambi. "Ada juga pemufakatan jahatnya ketika menyusun perencanaan, ada yang saat kejadian itu dia menjaga, ada yang bertugas mencari-cari temannya, atau yang mencari sasaran berikutnya," katanya.

Menyoal apa peran dari John Kei, Tubagus mengungkapkan sejauh ini dia yang memberi perintah dan mengoordinasi. Untuk peran lainnya masih didalami.

"Masih kita dalami, tetapi dalam hal memerintahkan dan mengoordinasi, dia terlibat. Dia ikut dalam perencanaan. Kalau di dalam undang-undang, kalau kegiatan itu bersama-sama kan namanya penyertaan. Penyertaan itu kan ada macam-macam ada intelektual, ada yang menyuruh melakukan, ada yang ikut membantu melakukan, ada yang turut serta melakukan. Yang jelas kita semua tahu kalau statusnya John Kei kan big bos. Itu kita sudah bisa menduga," tegasnya.

Nama John Kei tak asing lagi di dunia kriminalitas Indonesia. Pria bertubuh tegap itu kerap berurusan dengan polisi lantaran melakukan kejahatan.

Berdasarkan catatan Beritasatu.com, kasus paling menonjol yang melibatkan John Kei adalah kasus pembunuhan seorang pengusaha Tan Harry Tantono alias Ayung. Bos peleburan besi PT Sanex Steel Indonesia itu ditemukan tewas mengenaskan akibat luka tusuk di pinggang, perut dan leher di kamar Swiss-Bellhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, 26 Januari 2012.

Tak lama dari penemuan jenazah Ayung, tiga orang tersangka menyerahkan diri atas nama Tuce Kei, Ancola Kei, dan Candra Kei. Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan dan membekuk Dani Res serta Kupra.

Selanjutnya, berdasarkan rekaman CCTV di hotel, polisi mengungkap dan menciduk pimpinan kelompok atau dalang pembunuhan itu, yakni John Kei, di kamar 501 Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur pada Jumat 17 Februari 2012.

Polisi pun terus melakukan pengembangan. Alhasil, dua tersangka lainnya Josef Hunga dan Muklis ikut ditangkap.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terjerat Pinjaman Online, Pria di Depok Gantung Diri

AK ditemukan tewas menggantung di kediamannya di Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat diduga karena terjerat pinjaman online.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Anies Baswedan Sebut Opini WTP Bukan Tujuan Akhir

Provinsi DKI Jakarta kembali meraih prestasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Pasca-Penyerangan Kelompok John Kei, Kompleks Green Lake City Dijaga Polisi

Puluhan polisi bersenjata lengkap menjaga akses gerbang masuk perumahan Green Lake City, Cipondoh, pasca-penyerangan kelompok John Kei.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

PPDB SD di Depok Dimulai Hari Ini

PPDB Depok dilakukan secara online di situs depok.siap-ppdb.com dengan mendaftar melalui nomor link di satuan pendidikan masing-masing.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Pandemi, Anies Sebut Warga yang Bersepeda Naik 10 Kali Lipat

Tempat usaha, perkantoran atau fasilitas publik harus menyediakan lahan pakir untuk sepeda seluas 10 persen dari area parkir.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Terpengaruh Pandemi Covid-19, Pemulung di Jakut Belum Dapatkan Bansos

Para pemulung di Jakut belum mendapatkan bantuan sosial (Bansos) baik dari pemerintah pusat atau dari pemerintah provinsi DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

DKI Segera Evaluasi Kegiatan Car Free Day

Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi pelaksanaan car free day yang kembali dilaksanakan Minggu (21/6/2020) lalu.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Ini Sepak Terjang John Kei Bersama Amkei di Bekasi

John Kei mengklaim anggota Amkei telah mencapai belasan ribu orang.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Anies Akui Pengendalian Covid-19 di Pasar Tradisional Kompleks

Pengendalian Covid-19 di pasar tradisional di Jakarta merupakan hal yang paling kompleks.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Anies Sebut Covid-19 di Jakarta Masih Terkendali

Menurut Anies, Covid-19 yang terkendali ini tidak terlepas dari kedisiplinan warga dalam menjalankan aktivitas sosial-ekonominya.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS